jump to navigation

Oleh: praktisi dari Laishui, Provinsi Hebei April 8, 2007

Posted by dewaekajaya in Pengalaman Praktisi.
1 comment so far

Siapa yang Merampas Kebahagiaannya?

Oleh: praktisi dari Laishui, Provinsi Hebei

(Falundafa.or. id) Orang-orang selalu menghormati Lian Min (wanita) yang berasal dari Desa Dongguan, Kota Laishui, Kabupaten Laishui, Provinsi Hebei. Namun sekarang, kondisi pikirannya tidak jernih dan melantur. Dia mengumam sesuatu dan tidak seorang pun yang mengerti, juga tidak bisa menjaga kebersihan diri sendiri. Matanya terlihat tidak ada kehidupan. Apa yang menyebabkan wanita baik ini menjadi tidak stabil mentalnya? Siapa yang merampas kebahagiaannya?

Lian Min mulai berlatih Falun Gong setelah peristiwa permohonan damai praktisi Falun Gong pada 25 April 1999. Setelah membaca Zhuan Falun, dia sangat senang dan berkata pada dirinya sendiri, “Adalah sangat beruntung bila saya dapat memperoleh Fa ini.” Kesehatan jiwa dan raganya menjadi bagus telah berlatih Falun Gong. Air muka praktisi ini yang damai dan tenang seringkali mempengaruhi keluarganya, sehingga mereka selalu gembira. Karena itu, suami dan anaknya mendukungnya sepenuh hati, seringkali menemaninya pergi ke tempat latihan untuk belajar Fa dan latihan.

Setelah 20 Juli 1999, rejim Jiang mulai menindas Falun Gong. Lian Min baru beberapa kali membaca Zhuan Falun, namun demikian, dia mengetahui kebenaran Dafa dan ingin mengklarifikasi fakta kepada orang-orang. Dia ingin memberi tahu orang tentang pengalamannya dimana jiwa dan raganya berubah baik setelah mulai berlatih Falun Gong. PKC ini tidak membolehkannya berlatih. Malahan merampas kehidupan bahagianya dan menyiksanya sampai menjadi gila.

Lian ditangkap karena dia pergi ke Beijing untuk memohon bagi Dafa. Pada 4 Oktober 1999, dia dipindahkan dari pusat penahanan ke pusat pencucian otak Kabupaten Laishui. Dipimipin oleh Komite PKC kabupaten, Han Yasheng, wakil ketua Sun Guijie, ketua komite politik dan hukum Zhang Haili, kepala departemen kepolisian Li Zenglin, dan lain-lain, sekelompok penjahat melakukan penganiayaan terhadap para praktisi Falun Gong.

Para praktisi di pusat pencucian otak diborgol dan dipukul dengan kejam. Mereka dipaksa berlutut dengan muka berhadapan muka sambil menampar muka orang lain sampai 800 kali. Ayah terhadap anak laki-laki, ibu terhadap anak perempuan, dan anggota keluarga lain terhadap anggota keluarga dipaksa untuk saling menampar muka. Bila mereka menolak, para penjaga akan membawa mereka keluar dan dipukul dengan kejam sampai praktisi tidak dapat menahannya dan mulai saling menampar muka mereka.

Wakil ketua komite PKC Sun Guijie bahan sendiri memukul praktisi Wu. Dia memasukkan jarinya ke dalam mulut Wu dan kemudian menarik kedua sisi mulut Wu sampai sudutnya mengeluarkan darah. Namun demikian, Sun masih tidak puas. Dia masih memaki dan menampar muka Wu secara bersamaan. Kepala Departemen Kepolisian Kabupaten Laishui Tan Shuping memborgor praktisi Liu Guiying (wanita) pada batang pohon besar dan mengatakan, “Kamu ingin memeluk roda? Sekarang kamu dapat memeluknya dalam waktu lama!” Tan memerintahkan beberapa polisi menelanjangi dan kemudian memukulnya. Mereka juga memborgol praktisi Song Tingjun dan terus menahan Song di lantai, mereka memukulnya sambil menginjak muka Song. Wajah Song terluka dan mengeluarkan darah.

Para praktisi dipaksa mengangkat kaki mereka dengan kedua tangan di lantai. Kemudian para penjaga mendorong mereka dengan pelan-pelan sampai mencapai puncak bukit kotoran hewan. Praktisi Zhang Xiuxian (wanita) dipukul dengan kejam sehingga kepalanya membengkak dua kali dari ukuran kepalanya. Wajahnya berwarna biru dan ungu karena pukulan, dan matanya juga bengkak. HAM praktisi telah dirampas. Mereka juga tidak diperbolehkan berjalan berkeliling atau menggunakan kamar kecil dan harus melapor lebih dulu. Setiap hari mereka dipaksa berlari dalam waktu yang sangat lama.

Lian Min disiksa dengan sangat kejam. Bahkan suaminya yang bukan praktisi juga ditangkap dan ditahan di lantai tiga gedung pemerintahan Kota Laishui. Mereka melakukan ini untuk mencegah Lian Min pergi ke Beijing untuk memohon. Kedua anak mereka ditinggalkan di rumah sendirian. Suaminya ditahan selama sebulan lebih. Setelah itu, dengan jaminan sanak keluarga mereka, dia membayar 1.000 yuan dan dengan demikian baru dilepaskan. Ketika pulang ke rumah, dia melihat kedua anaknya berusaha memberi imunisasi kepada anak ayam di perternakan mereka. Karena dia ditahan selama sebulan lebih, lebih dari 1.000 anak ayam yang baru mereka beli belum diberi imunisasi. Semua anak ayam mati dan tinggal sangat sedikit induk ayam yang masih hidup. Perternakan ayam mereka mengalami kerugian besar dan bisnis mereka bangkrut. Mereka kehilangan sumber pendapatan mereka.

Pada 7 April 2000, pemimpin PKC Kabupaten Laishui mulai melakukan penganiyaan yang kedua. Lian Min disiksa oleh agen Tim Satu dari Departemen Kepolisian Kabupaten. Mereka meletakkan tangkai sekop di kakinya. Kemudian beberapa dari mereka menginjak tangkai tersebut untuk menyiksannya.

Lian disiksa dengan sangat kejam sehingga dia hanya bisa berteriak, suaranya yang sangat memilukan terdengar pada malam hari yang sunyi. Itu membuat hati seseorang trenyuh mendengar teriakannya. Sun Guijie juga menggunakan sepatu untuk menampar muka Lian Min. Wajahnya masih terdapat bekas tapak sepatu dengan jelas. Disamping itu, personil dari PKC jahat memaksanya dan praktisi lain untuk meneriakkan slogan dan memaki Guru. Bila menolak, mereka akan dipaksa berlutut selama setengah hari. Para praktisi dilarang tidur pada malam hari; malahan mereka harus menyanyikan lagu-lagu PKC.

Li Zenglin memerintahkan para penjaga untuk memukul praktisi dengan brutal. Para penjaga menggunakan tangkai sekop, kaki bangku, dan cemeti yang terbuat dari tali untuk memukul praktisi. Mereka menggunakan dengan begitu kuat sehingga tangkai sekop dan kaki bangku patah, dan cemeti pun terlepas. Seluruh tubuh praktisi terdapat luka setelah dipukuli dengan kejam. Praktisi Yan Zongqin (wanita) berusia 60-an, ditelanjangi dan dipukuli. Setelah itu, dia dilempar ke gang. Seluruh tubuh dari beberapa praktisi bengkak setelah diikat dengan tali dalam jangka waktu yang lama, tetapi mereka masih dipaksa berlutut di atas batu-batu tajam di bawah pohon. Sun Guijie memukul setiap praktisi dengan perasaan balas dendam. Polisi memaksa seorang praktisi wanita untuk berlutut di lantai, mengangkat sebuah batu besar di atas kepalanya. Bila menurunkan batu itu dia akan dipukul.

Kali ini, Lian Min dilepaskan setelah memerasnya 2000 yuan. Meskipun begitu, anggota keluarganya masih sering diganggu dan diancam.

Pada Oktober 2000, melihat praktisi masih terus ditindas, Lian keluar lagi untuk mengklarifikasi fakta. Dia menulis sepucuk surat kepada kepala komite PKC Kota Laishui. Dengan tulus dia menulis fakta kebenaran tentang Falun Gong dan pengalaman pribadinya.

Namun demikian, Liu Zhengfu dan Hu Yuxiang tidak menyesal atas apa yang telah mereka lakukan. Sebaliknya mereka mengirim seseorang untuk menangkapnya dari rumah kakaknya. Mereka menahannya di sebuah penjara rahasia yang dibangun oleh Kota Laishui selama sepuluh bulan lebih. Fasilitas ini dibangun di dalam halaman gedung yang dikeliling tembok Kota Laishui dan secara resmi sebagai dapur. Tempatnya sangat gelap, temboknya sangat licin dan berdebu. Lantai yang lembab dipenuhi oleh debu batu bara. Selapis rumput kering yang menyebar di atas debu batu bara sebagai tempat tidur para praktisi. Jendela-jendela diberi terali besi, dan semua pintu dan jendela ditutup dengan rapat. Di luar orang tidak tahu bahwa ada sebuah penjara di tengah-tengah halaman belakang kotapraja. Praktisi tidak diberi makan atau air. Bila anggota keluarga mengirim makanan, maka mereka baru bisa makan, tetapi bila anggota keluarga tidak mengirim makanan maka mereka tidak makan apa pun. Mereka diawasi selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Para praktisi ditahan seperti ini selama lebih dari sepuluh bulan.

Di dalam penjara ini, para praktisi dipaksa membaca informasi yang memfitnah Falun Gong. Xia Hongmin dan Lian Min menolak untuk membaca dan Liu Zhenfu menjadi marah sekali. Dia melempar praktisi ke lantai dan memukuli dengan pentungan tebal. Dua praktisi dipukuli sampai mendekati ajal. Bahkan pentungan tebal ini pun patah. Namun begitu, Liu masih tidak mau melepaskan. Kemudian ada praktisi lain berusaha menghentikan penyiksaan itu tetapi malah dipukul dengan kejam. Lebih dari 12 orang jahat mendorong praktisi jatuh ke lantai dan memukuli mereka. Diantara mereka adalah kepala Komite PKC Kota Laishui Jia Yongbao, yang terkenal dengan penindasannya terhadap praktisi Falun Gong yang berakting sebagai mantan kepala Komite PKC Kota Zhao Gezhuang. Yang lain terlibat didalam penganiayaan ini adalah Han Jingjiu, pemimpin Departemen Angkatan Bersenjata; Han Dianqing, wakil ketua Departemen Angkatan Bersenjata; Li Dawei, mantan wakil ketua Komite PKC, sekarang sebagai kepala Komite PKC Kota Jiulong; dan beberapa pegawai pemerintah Kota Laishui lainnya.

Zhang Xiuxian (wanita), lebih dari 50 tahun, dipindahkan ke departemen kepolisian untuk disiksa lebih lanjut. Semua anak-anaknya adalah tentara. Dia terlahir dengan masalah pada jantungnya tetapi menjadi cukup kuat setelah berlatih Falun Gong. Dia telah dianiaya dan ditahan sejak 20 Juli 1999. Pernah sekali, pejabat pemerintah Kota Laishui mengutus lebih dari 30 orang untuk menangkapnya. Dia tertangkap dan ditahan di dalam halaman belakang kota. Alasan mereka adalah mencegahnya pergi ke Beijing. Zhang Xiuxian disiksa sampai mati pada bulan Mei 2002. Kematiannya membuat pukulan yang besar bagi ayahnya. Tidak lama kemudian ayahnya juga meninggal.

Penanggung jawab utama atas kematian Zhang Xiuxian adalah: kepala Komite PKC Kabupaten Sun Guijie, pemimpin Kota Laishui Liu Zhenfu, Hu Yuxiang dan Jia Yongbao.

Pada tahun 2000, wakil ketua Komite PKC Kabupaten Laishui Liu Xinjian menggunakan tongkat besi untuk memukul Lian Min sampai tidak bergerak. Punggung Lian Min penuh dengan bekas luka. Dia harus menundukkan kepalanya cukup lama sebelum bisa memutar kepalanya.

Tahun 2003, Lian Min sekali lagi dipenjara di Pusat Penahanan Laishui dimana dia mengalami penyiksaan yang barbar. Menurut beberapa sakti mata yang ditahan bersamanya, dia disiksa dengan kejam di halaman belakang pusat penahanan setiap hari. Para penjaga terlihat mirip setan yang kejam. Mereka sama sekali tidak peduli, tetap memukulinya. Seseorang hanya dapat mendengar teriakannya yang memilukan dari luar tembok. Pemukulan yang biadab ini mempengaruhi pikirannya dan dia menjadi gila.

Siapa yang telah merampas kebahagiaan Lian Min? Siapa yang merampas kebahagiaan keluarganya? Siapa yang merubahnya? Adalah para pejabat PKC yang jahat.

Ditulis pada 13 Maret 2007.
Chinese: http://www.minghui. org/mh/articles/ 2007/3/14/ 150775.html
English: http://www.clearwis dom.net/emh/ articles/ 2007/3/27/ 83961.html

Seorang Praktisi Muda Dari Daratan China Membuktikan Kebenaran Fa April 8, 2007

Posted by dewaekajaya in Pengalaman Praktisi.
add a comment

Seorang Praktisi Muda Dari Daratan China Membuktikan Kebenaran Fa

(Falundafa.or. id) Saya adalah praktisi muda Dafa, berusia 14 tahun. Ketika saya kira-kira berusia sekitar tiga tahun, ayah saya mulai berlatih Falun Dafa. Ayah selalu membacakan buku-buku Dafa kepada saya, maka saya mengetahui bahwa Dafa adalah baik. Saya sebenarnya praktisi lama, walaupun baru mulai latihan tiga tahun yang lalu.

Sejak 20 Juli 1999, Partai Komunis China (PKC) yang jahat menganiaya praktisi Dafa. Ibu dan ayah keduanya dianiaya. Dua kali orang tua saya secara ilegal ditangkap dan saya ditinggalkan di rumah sendirian. Anak-Anak lain tidak ingin bertemu atau bermain dengan saya. Bahkan kakek dan nenek saya sendiri mengatakan hal-hal yang tidak baik kepada saya.

Semua ini membuat saya merasa sangat sedih. Tetapi saya mengetahui dengan jelas sekali bahwa Guru kami benar dan Dafa adalah benar, dan orang tua saya yang Xiulian Dafa adalah orang yang baik. PKC-lah yang jahat, menganiaya orang-orang baik. Banyak praktisi Dafa di sekitar saya secara ilegal telah dipenjara dan dihukum di kamp-kamp kerja paksa. Anak-anak mereka, seperti juga saya, ditinggalkan sendirian dan tanpa asuhan.

Ketika sekolah saya sedang menggalang para siswa untuk bergabung dengan Liga Pemuda Komunis, saya menolak untuk bergabung dan menasehati yang lainnya untuk tidak bergabung dengan organisasi jahat ini. Pada tahun 2004, saya menggunakan nama samaran untuk keluar dari Pionir Cilik. Belakangan ayah saya membantu saya untuk keluar dari Pionir Cilik dengan menggunakan nama asli saya.

Belum lama ini, ketika guru sejarah saya berbicara tentang agama, ia mulai memfitnah Falun Dafa. Saya berdiri dan berkata kepada guru saya, “Guru, bagaimana anda bisa berbicara sedemikian? Falun Dafa menegakkan ‘Sejati-Baik- Sabar,’ tidak seperti apa yang anda katakan.” Kemudian, setelah selesai sekolah, guru saya berkata kepada saya, “Saya benar-benar tidak bermaksud berbicara demikian; saya tahu bahwa orang tuamu berlatih Falun Gong.”

Ayah saya juga seorang guru di sekolah itu. Setelah kembali ke rumah, saya minta ayah untuk lebih lanjut menjelaskan fakta sebenarnya kepada guru sejarah saya. Sebagai hasilnya, guru sejarah saya sekarang telah mengetahui kebenaran tentang Falun Gong. Setelah kejadian itu dia juga memberi perhatian ekstra kepada mata pelajaran saya. Tahun ini nilai ujian akhir saya adalah nomer dua di kelas.

Saya juga bekerja dengan ayah pada akhir pekan, libur musim semi dan musim panas untuk membuat dan menyebarkan materi klarifikasi fakta dan buku “9 Komentar Mengenai Partai Komunis.” Ibu saya masih ditahan di kamp kerja paksa. Jika ibu saya dilepaskan dan kembali ke rumah, kami akan bekerja sama untuk menyelamatkan mahluk hidup dan melakukan dengan baik tiga hal yang para praktisi seharusnya lakukan.

Pada penghujung tahun dan permulaan tahun baru, kami orang China suka mengunjungi satu sama lain untuk merayakan pergantian tahun. Ayah dan saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk memberi salam kepada Guru, semoga Guru dapat merayakan Tahun Baru dengan bahagia! Saya juga berharap semua praktisi baik tua maupun muda di daratan China dapat merayakan Tahun Baru dengan bahagia.

Chinese http://www.minghui. org/mh/articles/ 2007/2/19/ 149314.html
English http://www.clearwis dom.net/emh/ articles/ 2007/3/26/ 83928.html

__._,_.___

Perubahan Seorang Anak Ketika Berkultivasi Dafa April 8, 2007

Posted by dewaekajaya in Pengalaman Praktisi.
add a comment

Perubahan Seorang Anak Ketika Berkultivasi Dafa
Oleh seorang praktisi dari Kota Chifeng, Daerah Otonomi Mongolia Dalam

(Falundafa.or. id) Anak saya mulai berkultivasi Falun Dafa ketika ia berumur lima tahun, pada bulan November 1998. Di tahun 2001, saya telah dianiaya dan dipenjara, dan anak saya belum bersekolah saat itu. Ketika saya kembali ke rumah beberapa tahun kemudian, anak saya sudah kelas empat. Selama bertahun-tahun penganiayaan, ketika menahan derita kehilangan ibunya dan diskriminasi dari guru-guru dan teman-teman sekolahnya yang tidak mengerti tentang kebenaran, anak saya telah berubah dari seorang anak yang lincah, aktif, menjadi anak yang penakut dan pendiam. Tahun-tahun penderitaan psikologis telah membeku di wajah kecilnya, yang penuh kesakitan dan kesedihan. Kedua sudut bibirnya mengendur, dan tawa polosnya telah hilang. Yang lebih buruk lagi adalah bahwa ia sudah tidak lagi belajar Fa dalam waktu yang lama dan telah meragukan tentang kultivasi.

Anak itu telah lahir melalui saya agar memperoleh Falun Dafa, dan saya memiliki tanggung jawab untuk membimbingnya melangkah di jalan yang lurus. Saya tidak bisa hanya melihat kekuatan lama sedang menghancurkan seorang pengikut muda Falun Dafa di depan batang hidung saya sendiri. Saya memberi tahu tentang kekejaman Partai Komunis jahat dan mengapa Falun Dafa dianiaya. Pada mulanya, ketika anak saya belajar Falun Dafa, meskipun ia masih muda, ia telah menghormati Guru dan Fa dari lubuk hatinya. Ketika ia mendengar propaganda sedemikan rupa di televisi dari Partai Komunis China seperti, “Di bawah kepemimpinan Partai Komunis China, seluruh Partai, angkatan bersenjata, dan semua rakyat bersatu di sekeliling Jiang Zemin telah mencapai prestasi seperti ini dan itu,” dia langsung mematikan televisi dan berkata dengan serius, “Prestasi apa? Apa yang dilakukan hanyalah menganiaya Falun Gong.” Ketika propaganda palsu Partai Komunis China menyelubungi langit, ia tidak pernah menonton propaganda palsu tersebut dan mematikan televisi dengan inisiatifnya sendiri. Saya dan anak saya menderita sakit luar biasa. Di bawah penganiayaan kekuatan lama, ia secara tanpa sadar hampir meninggalkan Fa. Namun melalui belajar Fa, anak saya berangsur-angsur memperoleh kembali ketenangannya dan mulai belajar Fa lagi.

Falun Dafa telah memberinya kehidupan sekali lagi; setelah belajar Fa, ia menjadi terbuka dan cerdas secara alami. Kebahagiaan telah kembali padanya. Teman-teman saya dan para tetangga semuanya memujinya sebagai bijaksana, berpendidikan, dan istimewa. Pada saat-saat itu, saya mengatakan kepada mereka, “Falun Dafa-lah yang membuatnya lebih bijaksana.”

Falun Dafa membuka kebijaksanaannya, dan nilai-nilai sekolahnya tiba-tiba menunjukkan lonjakan yang progresif. Para guru dan teman-teman sekolahnya semua heran terhadap peningkatannya yang dramatis. Teman-teman sekolahnya bertanya, “Apa rahasia kamu untuk menjadi begitu baik dalam belajar?” Selama periode saya dipenjara, karena tidak ada seorang pun yang mengurusnya, peringkatnya di kelas telah menjadi yang ketiga terburuk. Ia tidak dapat menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) musim dingin dan musim panas dengan baik. Setelah belajar Falun Dafa, pada ujian akhir semester kelas empat, ia memperoleh nilai 100 dalam pelajaran matematika. Nilai keseluruhannya juga meningkat dari ketiga terburuk menjadi peringkat ke-20 di antara lebih dari 500 siswa di tingkat kelas yang sama. Saat mengikuti ujian dari sekolah dasar ke sekolah menengah, ia telah melakukannya dengan baik sehingga diterima ke dalam kelas utama sekolah menengah tersebut dengan nilai-nilai yang menonjol. Sekarang, betapapun berat beban kerjanya, ia tetap belajar Fa setiap malam. Setiap kali ia belajar Fa, pertama ia akan mencuci tangannya hingga bersih, dan setelah itu barulah ia belajar Fa. Setiap kali ia membaca habis “Zhuan Falun,” ia meminta saya untuk membakarkan dupa untuk Guru. Saya bertanya kepadanya, “Apa yang kamu pikirkan di dalam hatimu ketika bersujud kepada Guru?” Ia mengatakan kepada saya, “Saya berkata kepada Guru ‘Pengikut kecil-Mu telah membaca buku sekali lagi. Pengikut kecil-Mu mengharapkan kesehatan bagi Guru, dan saya tentu akan belajar dengan baik.”

Chinese : http://minghui. ca/mh/articles/ 2007/3/9/ 150424.html
English: http://www.clearwis dom.net/emh/ articles/ 2007/3/25/ 83897.html

__._,_.___

Penganiayaan di Kamp Kerja Paksa Kaiping, Kota Tangshan, Provinsi Hebei April 8, 2007

Posted by dewaekajaya in Pengalaman Praktisi.
add a comment

Penganiayaan di Kamp Kerja Paksa Kaiping, Kota Tangshan, Provinsi Hebei

(Falundafa.or. id) Saya adalah seorang praktisi Falun Gong dari Kabupaten Yanshan, Provinsi Hebei. Pada tanggal 25 Mei 2004, saya ditangkap oleh polisi dan dibawa ke Kantor Polisi Kabupaten Yanshan, dimana saya diikat pada sebuah kursi besi dan diinterogasi. Saya menolak untuk menjawab pertanyaan. Akibatnya, saya dipukul oleh Zhang Xinping, wakil kepala Kelompok Keamanan Nasional Kabupaten Yanshan. Kemudian saya dipindahkan ke Pusat Penahanan Kabupaten Yanshan. Akhirnya, saya dijatuhi hukuman tiga tahun kerja paksa dan dipenjara di Kamp Kerja Paksa Wanita Kaipin di Kota Tangshan, dimana saya mengalami penganiayaan kejam.

1. Dipaksa cuci otak dan “di transformasi”
Petugas Qin Xiaoyan dan Wang Yuhua yang bertanggung jawab dalam “men-transformasi” saya. Pada awalnya, mereka pura-pura ramah kepada saya, lalu mereka mengirim banyak mantan praktisi yang telah tersesat untuk mencuci otak terhadap saya dengan doktrin palsu. Pada hari pertama, saya kehilangan waktu tidur sampai jam 2 pagi, dan saya dipaksa untuk membaca materi-materi yang memfitnah Dafa. Pada hari kedua, mereka melanjutkan untuk “men-transformasi” saya. Jika saya tidak bekerja sama dengan mereka, Qin Xiaoyan menuangkan air teh ke muka saya dan memaksa saya untuk berdiri dalam waktu lama. Para tahanan kriminal ditunjuk untuk mengawasi saya. Jika saya tertidur, para narapidana juga dihukum, jadi para tahanan kriminal membenci Falun Gong dan para praktisi. Saya sangat mengantuk sehingga saya jatuh ke lantai. Pada hari ketiga, saya tidak diperbolehkan tidur sepanjang malam dan saya hampir kehilangan kesadaran. Saat saya tidak lagi punya pikiran lurus yang seharusnya dimiliki oleh praktisi Dafa, saya merasa tidak tahan dan menyerah pada mereka.

2. Tugas kerja yang berlebihan
Kami dipaksa untuk melakukan pekerjaan kasar sejak bulan Desember 2004, dan jumlah pekerjaan terus bertambah. Kami tidak dapat menyelesaikan pekerjaan walaupun sudah ditambah jam lembur di akhir pekan. Pada Tanggal 24 Juni 2005, saya melancarkan mogok makan untuk memprotes penganiayaan ini dan menolak melakukan apapun, akibatnya saya dipaksa berdiri selama empat hari empat malam. Seorang tahanan kriminal mengawasi saya untuk memastikan saya tidak bergerak sedikitpun. Kaki dan telapak kaki saya bengkak sehingga saya tidak bisa memakai sepatu. Saat tahanan kriminal itu pergi makan siang, saya menulis sebuah pernyataan bahwa kata-kata dan tindakan saya dibawah pencucian otak secara paksa adalah batal dan tidak berlaku, dan saya akan melanjutkan latihan Falun Gong. Saya menyerahkan surat pernyataan itu kepada petugas Liu Xiujuan. Dia sangat marah sehingga merobek dan melempar surat itu ke muka saya.

3. Dikunci di sel yang kecil
Pada tanggal 8 Agustus 2005, saya menolak bekerja di akhir pekan, ataupun memakai seragam kamp kerja. Liu Xiujuan (wanita) menampar muka saya. Lalu mereka mengunci saya di sebuah sel yang kecil. Kepala regu Yan Hongli, memukul muka dan menertawakan saya. Dia ingin menghukum saya berdiri, tapi saya tidak mematuhinya, jadi dia meminta Liu Xiujuan dan Li Xiaofeng mengambil tali, dan mencoba mengikat saya ke pipa air panas. Saya berteriak keras, “Yan Hongli, kamu akan menerima pembalasan karma karena melakukan banyak kejahatan terhadap praktisi Falun Gong. Falun Dafa Hao (baik)!” Akhirnya, mereka menyumpal mulut saya dan mengikat saya ke sebuah kursi. Pada malam hari, yang bertugas adalah Wang Yan dan Gao Hui. Wang Yan mengendurkan tali dan meminta saya makan malam. Setelah makan malam, dia bertanya, apakah saya akan melakukan pekerjaan, memakai seragam, dan apakah saya menunjukkan rasa hormat kepada kepala regu. Saya menjawab bahwa saya tidak akan melakukan pekerjaan ataupun memakai seragam. Semenit kemudian, empat kriminal mengelilingi saya dan mengikat saya lagi. Saya tidak diperbolehkan menggunakan kamar kecil selama dua hari. Pada hari ketiga, atas permintaan saya, saya diperbolehkan menggunakan kamar kecil, tetapi saya diikat lagi setelah kembali.

4. Dicekoki makan
Enam hari setelah saya melancarkan aksi mogok makan, saya dipaksa minum air yang mengandung banyak garam. Tiap kali mereka melakukannya, saya memuntahkannya keluar. Air itu sangat asin dan menyakitkan. Pada hari ke sembilan, saya dipaksa minum dua kali dan memuntahkan semuanya. Setelah saya muntah pertama kali, Yan Hongli berkata “Tidak masalah jika kamu muntah lagi, kamp masih banyak garam untukmu!” dan dia memerintahkan seorang tahanan kriminal untuk menyumpal mulut saya dengan tangannya. Tetapi setelah pemaksaan minum berikutnya, air asin tetap keluar diantara jari-jarinya. Mereka ketakutan dan menjauh, dan tidak melakukan lagi sewaktu bibir saya menghitam dan muka saya menjadi pucat.

5. Digigit Nyamuk
Selama sembilan hari di dalam sel kecil, petugas sengaja membuka jendela untuk membiarkan nyamuk masuk. Tiap malam, tangan, kaki dan wajah saya penuh dengan nyamuk. Banyak gigitan nyamuk di sekujur tubuh saya.

6. Dipaksa duduk di bangku kecil dalam waktu yang lama dengan dibatasi tidur dan penggunaan kamar kecil
Dua hari setelah pemaksaan makan berakhir, kondisi saya sangat lemah dan bahkan susah bernapas. Namun, mereka tetap memaksa saya duduk di bangku kecil dan hanya dapat menggunakan kamar kecil pada waktu yang ditentukan. Saya memprotes bentuk penganiayaan ini dengan melancarkan mogok makan lagi. Saya dimasukan di sel kecil lagi sampai tanggal 2 November. Pada tanggal 5 Januari 2006, saya dimasukan lagi di sel kecil sampai tanggal 27 Januari 2006, karena menolak menjawab absen.

7. Ketika kamp kerja paksa diperiksa oleh organisasi internasional, para praktisi Falun Gong disembunyikan.
Saat ada suatu inspeksi oleh organisasi internasional, pihak berwenang kamp kerja paksa akan mengunci para praktisi Falun Gong yang teguh di dalam sel yang kecil jadi tidak ada kemungkinan untuk terlihat. Saya sendiri, pertama kali, disembunyikan di dalam sebuah ruangan, dan kedua kalinya, ditahan di sebuah sel kecil.

Yang paling ditakuti oleh para pelaku kejahatan adalah dibongkarnya kejahatan mereka, jadi mereka mencoba segala cara untuk menipu komunitas internasional. Kami disini mendesak semua korban kejahatan rejim PKC untuk menyuarakan dan menyingkap kejahatan PKC untuk mengakhiri penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong sesegera mungkin.

Chinese: http://minghui. ca/mh/articles/ 2007/3/3/ 149991.html
English: http://www.clearwis dom.net/emh/ articles/ 2007/3/25/ 83889.html

Bel Alarm Berdering April 7, 2007

Posted by dewaekajaya in Pengalaman Praktisi.
add a comment

Bel Alarm Berdering

(Falundafa.or. id) Seorang praktisi lama menceritakan kisah ini:

Dia membeli sebuah jam tua di tahun 1985. Karena khawatir jam tersebut dapat mengganggu tidurnya, dia tidak pernah menyetel jam tersebut sehingga jam tersebut tidak akan berdentang setiap jamnya. Selama 20 tahun, jam tersebut bekerja dengan baik dan tidak pernah rusak, namun mekanik loncengnya sudah mulai berkarat.

Pada bulan November 2006, jam tersebut tiba-tiba mulai berdentang setiap jam. Hal ini berlanjut terus selama 8 hari, berhenti selama 2 hari dan kemudian berdentang lagi.

Guru pernah berkata bahwa tidak ada apa pun yang terjadi pada seorang praktisi karena kebetulan. Ketika mekanik alarm dari jam tersebut mulai berdentang lagi tanpa pernah disetel sebelumnya, kejadian tidak biasa ini membuat kita berpikir. Praktisi lama ini berkata, “Ini adalah bel alarm buat saya.” Dia menyadari bahwa dia tidak pernah memberikan perhatian yang sungguh-sungguh pada Xinxing-nya (kualitas moral). Dia bertengkar dengan istrinya atas hal-hal yang sepele. Dia tahu bahwa itu tidak benar, tetapi dia tidak dapat menahan dirinya dan dia pun menyesal setelahnya. Dia juga menyadari bahwa dia mempunyai keterikatan hati yang kuat atas perasaan takut. Dia tidak melakukan dengan baik penyebaran materi klarifikasi fakta dan mengajak orang-orang untuk keluar dari keanggotaan PKC. Dia tahu bahwa Guru telah memberikan isyarat kepadanya, sebuah “panggilan untuk bangun.”

Beberapa praktisi memahami bahwa ini adalah sebuah bel alarm yang Guru bunyikan bagi seluruh praktisi Dafa. Alarm tersebut diperuntukkan bagi mereka, para praktisi yang tidak gigih maju, yang masih memiliki celah kekosongan, dan sekaligus memberi peringatan kepada kita semua bahwa periode Pelurusan Fa sudah mulai mendekati akhir.

Saya ingat beberapa kejadian aneh di wilayah kami. Seorang praktisi sedang mempersiapkan sarapan, ketika tiba-tiba pocinya mulai bocor melalui sebuah lubang yang besar. Dia akhirnya menyelesaikan sarapannya. Dia bingung tentang poci tersebut yang tadinya tidak apa-apa, tetapi kemudian secara tiba-tiba mulai bocor. Baru-baru ini kerannya pun juga bocor dan sebuah cangkir pun bocor membuat genangan air di atas meja. Apakah Guru sedang berusaha mengatakan sesuatu kepadanya? Dia pun menenangkan diri dan mulai mencari ke dalam. Dia menyimpulkan penyebabnya: Dia hanya menggunakan waktu 2 jam pada malam hari untuk belajar Fa, hampir tidak pernah menyelesaikan 5 perangkat Gong setiap harinya, pikirannya selalu menerawang ketika sedang memancarkan pikiran lurus, dia tidak melangkah keluar untuk mengklarifikasi fakta. Bagaimana dia dapat disebut sebagai pengikut pada masa Pelurusan Fa ini? Dia mempunyai terlalu banyak kebocoran dan benar-benar perlu untuk bergegas bangun! Beberapa hari kemudian, dia menggunakan poci yang berlubang itu untuk membuat sesuatu dan tenyata sudah tidak bocor lagi; semuanya kembali baik.

Seorang praktisi lainnya berkata bahwa seorang rekan praktisi mendatanginya. Dia menuangkan air ke dalam poci dan bocor membasahi seluruh meja. Dia berpikir mungkin cucunya telah memecahkan poci. Beberapa hari kemudian, seorang praktisi lainnya datang mengunjunginya dan menggunakan poci yang sama. Setelah minum teh bersama, dia tiba-tiba menyadari bahwa poci tersebut bocor kemarin, tetapi hari ini tidak bocor. Dia dengan teliti memeriksa poci tersebut, dan tidak menemukan ada yang salah pada poci tersebut. Dia akhirnya menyadari bahwa Guru sedang memberikan isyarat kepadanya: Ada kebocoran pada kultivasinya.

Ketika sedang berbagi pengalaman, banyak praktisi menceritakan kejadian-kejadian ini yang membuat kita benar-benar berpikir. Kita harus benar-benar mencari ke dalam. Guru berkata, “Semakin Menjelang Akhir Semakin Gigih Maju” dan “Harap anda sekalian berbuat semakin baik di saat yang terakhir, jangan sekali-kali bermalasan, jangan sekali-kali mengendurkan diri, jangan sekali-kali bersikap apatis.” (Ceramah Fa Los Angeles, 2006).

Rekan-rekan praktisi, bangunlah!
Chinese: http://minghui. ca/mh/articles/ 2007/3/7/ 150315.html
English: http://www.clearwis dom.net/emh/ articles/ 2007/3/25/ 83894.html

Perubahan Suami Saya April 6, 2007

Posted by dewaekajaya in Pengalaman Praktisi.
add a comment

Perubahan Suami Saya

Oleh: praktisi Falun Dafa di Shenyang, Provinsi Liaoning

(Falundafa.or. id) Saya mulai berkultivasi Dafa pada tahun 1995. Saya berusia lima puluh delapan tahun. Sebelum berkultivasi Dafa, suami saya adalah seorang alkoholik. Ketika dia mabuk, dia akan berteriak-teriak dan memukuli saya. Satu ketika selama Tahun Baru Imlek, dia sangat mabuk di rumah ibunya dan mulai memukuli dan marah-marah pada ibu mertua saya.

Pada suatu saat, saya dipukul oleh suami sampai tubuh saya dipenuhi dengan luka lebam berwarna hijau keunguan. Dia tidak mau berhenti sampai kelelahan sendiri. Dia bahkan mengakui pada tetangga setelah memukuli saya, mengatakan bahwa memukuli saya membuatnya berkeringat dan lelah.

Pada suatu ketika dia sedang menyebrang jalan setelah membeli tahu. Seorang buta tiba-tiba menabrak dirinya. Tahu yang dibelinya jatuh ke tanah dan dia mulai marah-marah, kemudian, setelah dia sadar bahwa orang yang menabraknya adalah buta, akhirnya dia berhenti. Di lain waktu, seorang pengendara sepeda menabraknya dan secara tidak sengaja menjatuhkan seluruh tahu yang dia beli. Tak tahu malu, dia memaksa penggendara sepeda itu agar membayar tahu yang terjatuh. Ketika pengendara sepeda itu menjawab bahwa dia tidak mempunyai uang, dia memaksa mengambil beberapa penjepit yang tengah dia bawa sebagai kompensasi. Suami saya mempertahankan keinginannya yang sangat tidak masuk akal. Dia sama sekali tidak melihat jalan ketika menyebrang jalan. Dan ini kemudian mengakibatkan kecelakaan. Dia selalu menabrak seseorang karena kecerobohannya sendiri.

Setelah saya mendapatkan Fa dan mulai berkultivasi, saya juga memintanya untuk berlatih. Saya katakan padanya bahwa biasa orang yang tidak berlatih kultivasi akan terus-menerus bereinkarnasi. Dia menjawab bahwa memasuki lingkaran Samsara akan lebih baik baginya dan dia ingin reinkarnasi menjadi seekor harimau, sehingga pemerintah akan melindunginya dibawah undang-undang perlindungan spesies yang berbahaya!

Pada waktu itu yang saya inginkan adalah dia meningkatkan dirinya, jadi untuk alasan ini, sering kali saya putar ceramah Guru dengan suara keras. Ketika saya tengah mendengarkan, dia juga mendengarkan. Dia juga membiarkan saya memutar lagu-lagu Dafa, sepertinya dia juga menyukainya. Meski dia mempunyai temperamen yang buruk, saya mempunyai keyakinan bahwa Dafa akan merubahnya. Ketika belajar Fa, saya fokuskan pada materi yang secara khusus ditujukan dan memberi keuntungan baginya. Misalnya, di buku Zhuan Falun dikatakan:

“Namun di alam semesta ini berlaku sebuah prinsip, yang disebut: “Yang tidak kehilangan tidak akan memperoleh, bila ingin memperoleh harus kehilangan.”

Suami saya menyaksikan tubuh saya disembuhakn setelah berlatih Dafa. Setelah berkultivasi, hipertensi yang saya derita selama lebih dari dua puluh tahun dan penyakit kronis lain misalnya sakit pada persendian kaki, sakit pada pergelangan tangan, radang ginjal, radang usus kronis, keratitis kronis, jantung berdebar, insomnia, dan sebagainya, semuanya hilang dengan menakjubkan. Dia merasakan kekuatan Dafa dan dengan perlahan dia mulai berubah.

Pada waktu itu kami tinggal di sebuah rumah kecil. Ukurannya tidak lebih dari 13 meter persegi. Rumah itu dibangun dengan batu bata yang patah, dan udara menjadi sangat dingin di musin dingin. Sebagian besar tetangga kami mencuri listrik untuk menghangatkan rumah mereka. Mereka semua ingin menunjukkan pada kami bagaimana melakukannya. Bahkan orang yang tidak berpendidikan pun akan menaruh simpati pada kami karena rumah kami yang dingin dan kami layak untuk menggunakan listrik curian untuk pemanasan. Suami saya dengan tegas menolaknya, menyebutkan bahwa setelah seseorang tahu kebenaran dan prinsip-prinsip bagaimana menjadi seorang yang baik setelah mendengar Dafa, seseorang harus mempertahankan moralitasnya. Dia mengatakan jika seseorang tidak mempunyai nilai-nilai moral, dia tidak akan memiliki apa-apa. Mencuri listrik akan mengakibatkan seseorang kehilangan De (kebajikan, budi pekerti, suatu bentuk materi/zat putih).

Pada suatu kesempatan, suami saya ditabrak sepeda motor ketika menyeberang jalan. Dua potong ayam goreng yang dia beli terjatuh ke tanah. Sepeda motor itu rusak karena tabrakan itu. Darah mengucur dari tangan si pengendara. Ia ingin membawa suami saya ke rumah sakit. Suami saya berkata padanya bahwa dia baik-baik saja, dan mempersilakannya pergi. Polisi yang bertugas melihat seluruh insiden tersebut dan menyita SIM pengendara, berkata pada suami saya, “Anda adalah orang tua. Setelah ditabrak dengan keras, bagaimana mungkin anda membiarkannya pergi begitu saja? Catat nama dan alamat orang ini siapa tahu nanti ada masalah, jadi anda bisa mencari orang ini.” Suami saya menjawab bahwa dia tidak memerlukannya, dan semuanya baik-baik saja. Kemudian dia pulang dengan berjalan kaki. Setibanya di rumah, dia menceritakan seluruh peristiwa itu pada saya. Saya katakan padanya bahwa baik atau buruk berasal dari pikiran seseorang, sangat jelas bahwa Guru melindunginya. Dia dapat melakukan ini karena dia menganggap dirinya sebagai seorang praktisi. Suami saya memberi respon bahwa meski dia tidak berkultivasi, dengan segala hormat dia akan berusaha dengan keras mengikuti prinsip Dafa menjadi seorang yang baik.

Tahun 2003, suami saya menderita sakit pada persendian. Koyok obat terbaikpun tidak bisa menyembuhkan sakitnya. Pada puncaknya, dia mengalami batuk yang sangat hebat. Ia mengatakan kepada saya bahwa obat yang diminumnya tidak efektif dan bila penyakitnya terus begini, tiada uang untuk membeli obat, ia ingin mati saja. Setelah itu, saya memberinya sebuah kartu klarifikasi fakta Dafa dan memintanya untuk mengucapkan, “Falun Dafa Hao (Baik).” Semua penyakitnya hilang dan seluruh tubuhnya terasa ringan. Ia mulai mengenakan kartu Dafa pada 2004 dan tidak pernah melepaskannya. Bilamana ia melihat teman-temannya, sanak keluarga atau siapapun yang sakit, dia akan menceritakan kisahnya tentang perubahan dan pengalaman yang luar biasa yang dialaminya setelah mengenakan kartu perlindungan itu. Ia juga memperlihatkan brosur klarifikasi fakta kepada mereka.

Setelah dipublikasikannya Sembilan Komentar, suami saya memahami kejahatan dan kekejaman Partai Komunis. Dia juga menyadari perlunya mundur dari PKC. Dia selalu mengingatkan saya ketika tiba waktunya untuk memancarkan pikiran lurus. Perubahan suami saya benar-benar nyata. Dia katakan pada saya bahwa dia mendukung saya sepenuh hati. Dia tidak pernah memukul saya sejak tahun 1995. Dia juga mengijinkan orang tua saya tinggal bersama kami, dan dia sangat menghormati mereka.

Ayah saya yang bersuia 89 tahun juga mendapatkan manfaat setelah mengucapkan “Falun Dafa Hao (Baik).” Setiap hari dia bersepeda ke taman. Suatu ketika dia tertabrak mobil dan jatuh. Dengan pikiran lurus, dia katakan bahwa ‘dia tidak apa-apa’. Dia tidak membuat masalah pada supir itu. Sungguh-sungguh, dia sama sekali tidak terluka.

Seluruh keluarga kami akan terus menghargai Dafa. Saya juga akan tekun untuk meningkatkan diri, berusaha keras melakukan tiga hal dengan baik yang harus dilakukan oleh seorang murid Dafa.

Chinese: http://minghui. ca/mh/articles/ 2007/3/4/ 150142.html
English: http://www.clearwis dom.net/emh/ articles/ 2007/3/20/ 83695.html

Xiulian Ibuku Yang Berusia 90 Tahun April 6, 2007

Posted by dewaekajaya in Pengalaman Praktisi.
add a comment

Xiulian Ibuku Yang Berusia 90 Tahun

Oleh praktisi Dafa di China

(Falundafa.or. id) Ibu saya adalah praktisi Dafa dan usianya lebih dari sembilan puluh tahun. Dia telah percaya pada ajaran Buddha sepanjang hidupnya. Dia mempunyai bermacam-macam penyakit sebelum dia mulai berlatih Falun Gong, termasuk sakit tulang, nyeri pada kaki dan punggung, tekanan darah rendah, dan sering kepeningan. Dia tidak bisa berjalan dan pada intinya lumpuh. Dia berobat ke banyak rumah sakit tetapi tak satu pun bisa menyembuhkannya. Dia mulai berlatih Falun Gong di tahun 1995, dan menjadi sehat kembali hanya dalam setengah bulan. Seluruh keluarga kami sangat berterima kasih kepada Guru. Ibu saya akan menceritakan kepada siapa pun yang dia jumpai tentang bagaimana bagusnya Dafa. Banyak orang-orang turut berlatih karenanya.

Ibu pergi ke taman antara jam empat dan lima pagi setiap hari. Kesehatannya sungguh meningkat dan semua orang yang mengenalnya akan berkata bahwa dia kelihatan lebih baik dan lebih baik. Latihan dalam kelompok dilarang pada 20 Juli 1999, tetapi ibu saya tetap bertahan dan terus belajar Dafa dan melakukan latihan di rumah. Bersandar pada kepercayaannya yang teguh dan rasa hormat yang paling dalam terhadap Guru, dia dapat mengatasi banyak kesulitan. Melalui Xiuliannya, Guru membuka kebijaksanaannya. Dia bisa membaca keseluruhan buku Zhuan Falun, kendati dirinya buta huruf.

Kejahatan yang berkuasa mulai menganiaya praktisi pada tanggal 20 Juli 1999. Ketika orang-orang dari pos polisi atau rukun tetangga setempat pergi ke rumahnya untuk mengganggu, dia menceritakan kepada mereka tanpa rasa takut bahwa dia menjadi sehat oleh karena berlatih Falun Gong. Dia membuktikan kebenaran Dafa menggunakan pengalamannya sendiri. Sementara itu, dia terus membantu rekan praktisi yang lain dengan berbuat apa pun yang dia bisa lakukan.

Keajaiban sungguh sering terjadi ketika dia belajar Dafa. Dia melihat tiap-tiap kata dalam buku Zhuan Falun berubah berwarna emas dan bercahaya. Dia bisa membaca kata-kata yang dia tidak pernah kenal sebelumnya (karena buta huruf). Dia dengan gembira menceritakan kepada orang-orang bahwa Dafa sungguh-sungguh diturunkan oleh Dewa. Dia memberikan semangat kepada rekan praktisi yang lainnya agar tidak pernah melepas Dafa.

Ketika kekuatan lama mengganggu ibu saya dalam bentuk karma penyakit, dia berkata, “Saya adalah pengikut Guru. Tak seorang pun pantas untuk menganiaya saya.” Dia segera melenyapkan gangguan seketika pikiran lurusnya muncul. Dia berkata, “Saya hanya akan mendengarkan Guru. Saya akan mengikuti arahan Guru dan melakukan tiga hal dengan baik dan secepat yang saya mampu. Saya ingin mengikuti Guru pulang ke rumah.”

(Dikoreksi oleh anak praktisi)

Chinese http://minghui. ca/mh/articles/ 2007/3/11/ 150541.html
English http://www.clearwis dom.net/emh/ articles/ 2007/3/25/ 83899.html

KISAH PENYEBARAN FA PENDIRI FALUN GONG DI GUAN XIAN – PROVINSI SHAN DONG (1) April 6, 2007

Posted by dewaekajaya in Pengalaman Praktisi.
add a comment

KISAH PENYEBARAN FA PENDIRI FALUN GONG DI GUAN XIAN – PROVINSI SHAN DONG (1)

Memperingati 14 Tahun Tuan Li Hongzhi Dalam Pengajaran Fa di Guan Xian

Oleh: Guan Xian, praktisi Falun Gong Provinsi Shan Dong

(Erabaru.or. id) – Pengantar Redaksi: bulan November 1992 dan bulan Mei 1993 tuan Li Hongzhi pernah dua kali mengajarkan Fa di Guan Xian – Shan Dong, praktisi Falun Gong dari Guan Xian secara kusus mengeluarkan artikel kenangan di Minghui.net. Dibawah ini kami akan berturut-turut memuat ringkasan artikel kenangan tersebut.

Takdir pertemuan dari sebab-akibat puluhan ribu kali kehidupan dibimbing oleh Dafa

Guan Xian ( 冠縣) berlokasi di ujung barat Dataran Lu Si (魯西), seluas 1.152 km2, kini berpenduduk sekitar 700.000 orang.

Orang-orang Guan Xian banyak yang berpendidikan, para pria rajin bercocok tanam, wanitanya giat menenun, orang-orang mengenal prinsip berbakti kepada orang tua dan kesetia-kawanan, memuja Buddha dan menghormati Dewa secara turun temurun, maka dari itu banyak terdapat umat beragama; kuil dan biara Dao saling berbaur dan tersebar di seluruh wilayah kabupaten, diantaranya yang agak terkenal ada 40 lebih tempat. Tahun berganti, orang yang menghormat Dewa dan Buddha bertambah, yang berkultivasi sejati Buddha dan Dao semakin banyak, banyak mahluk hidup, sudah sejak dini berdatangan di Guan Xian yang daerah mujarab dan terkemuka manusianya, hanya untuk menanti hari pada saat Dafa dibabarkan!

Shifu Pertama Kali Datang di Guan Xian

Tahun 1992, Han Yu An yang bekerja di Lembaga Reset Qigong Tiongkok, pada ketika itu banyak kader tua yang mencarinya, menanyakan methode memelihara kesehatan dan meminta tolong dicarikan guru terkenal dll, maka ia menyarankan dan mengenalkan kepada mereka Shifu Li Hongzhi dengan Falun Gongnya. Kala itu di Guan Xian juga beredar 10 lebih aliran Qigong, melalui pelatihan dan praktek selama beberapa tahun, efektifitasnya untuk kesehatan dan kesembuhan tidak terlalu baik, begitu mendengar referensi dari Han Yu An, merasakan Falun Gong baik, maka berniat untuk mengundang guru datang ke Guan Xian, dan undangan dikeluarkan oleh gabungan beberapa unit kerja.  

Guru sangat sibuk, seketika itu tidak bakal bisa datang ke Guan Xian. Akhirnya pada tanggal 30 Oktober Shifu mengadakan ceramah di Beijing, beliau walaupun sangat sibuk juga menjanjikan berupaya secepatnya datang ke Guan Xian.

Tgl 12 November pagi sekitar jam 5, Shifu berempat orang turun dari KA di stasiun Han Dan, sekitar jam 7 lebih rombongan Shifu turun dari mobil di utara jembatan jalan Hong Qi bagian tengah , pada pojok tikungan selatan jalan terdapat sebuah depot kecil, hidangan pertama Shifu setelah tiba di Guan Xian adalah cakwee dan susu kedele yang didapat di depot tersebut.

Seusai makan, sampailah rombongan Shifu di pusat kegiatan kader tua dan berjumpa dengan para pimpinan unit kerja bersangkutan, mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan ceramah dlsb. waktu itu peserta rapat adalah dari departemen: Keamanan, Administrasi sipil, Kader Tua, serta Komite Olahraga, himpunan Qigong, Pusat Pembina XX Gong dan anggota terkait dari bidang lainnya.

Ada orang yang mengatur Shifu menginap di gedung penginapan VIP Komite Kabupaten, Shifu berkata, biayanya terlalu tinggi, hanya tinggal semalam lantas pindah ke kamar standard di lantai 2 gedung barat, sampai dengan tanggal 23 pagi ketika meninggalkan Guan Xian.

Demi semua orang dapat memahami Falun Gong, Shifu memutuskan tanggal 13 pagi mengadakan Ceramah berenergi di gedung bioskop Guan Xian, setelah itu di Pusat Kegiatan Kader Tua mengadakan konsultasi penyembuhan penyakit selama 3 hari.

Membicarakan Shifu melakukan penyembuhan telah terjadi banyak hal gaib dan peristiwa langka, melalui cara ini agar semua orang memiliki pengenalan awal dengan Dafa. Waktu itu yang datang berobat sangat banyak, berhasil disembuhkan dikenai biaya 10 Yuan, bagi yang hasilnya tidak begitu jelas, tidak dipungut sepeserpun. Pada umumnya yang datang berobat adalah pasien dengan kasus penyakit aneh, berat dan kompleks yang gagal disembuhkan oleh dokter ataupun sin she.

Pagi hari tanggal 14, sekitar jam 8, telah datang seorang perempuan setengah baya yang menderita banyak penyakit, selama 4 tahun lumpuh di ranjang, rumah sakit spesialis dan rumah sakit terkenal sudah pernah dicoba semua, tapi tidak berhasil, malah kondisinya semakin lama semakin parah, sering koma, kurus tinggal tulang belulang, tinggi badan hapir mencapai 1,60 m, tapi timbangan badannya hanya 32 kg, setiap hari tersiksa di dalam penderitaan.
  
Pada gilirannya jam 10 lebih, Shifu memandang perempuan itu menanyakan sakitnya dimana, lalu menyuruhnya memejamkan mata dan sedikit membungkukkan badan sebelah atas, Shifu menggerakkan tangan kanannya, menepuknya dari atas hingga kaki, suaranya sangat keras, sekitar 2 menit, terlihat pada wajah kemilau kemerahan perempuan tersebut telah penuh bercucuran butir-butir keringat, seluruh penyakit telah terbang lenyap tak berbekas! Shifu menyuruhnya membuka mata, bertanya apakah yang telah dia lihat, dia jawab gelap gulita di depan mata, Shifu menyuruhnya setelah memejamkan mata lalu membuka mata lagi. Pada saat itu dia telah melihat pemandangan sangat gemerlap pada banyak ruang dimensi lain —dia telah melihat tubuh Buddha dari Shifu, oleh karena itu dia dalam sekejap itu telah memahami, Shifu datang adalah untuk menyelamatkan manusia. Shifu menyuruhnya naik sepeda (Dia sudah 4 tahun tidak pernah menaiki sepeda lagi), dia segera menaiki sepeda, Shifu menyuruhnya bersepeda lebih cepat sedikit, dia lantas mengelilingi sebuah kolam bunga yang terletak di tengah halaman, dengan riangnya bagaikan seorang anak kecil, banyak orang di dalam halaman semuanya bertepuk tangan demi dia, berteriak menyemangati, semuanya merasakan kegaiban yang amat sangat! Shifu memandang dia yang begitu gembira lalu mengatakan sesuatu lagi kepadanya, kemudian dia menaiki sendiri sepeda itu pulang ke rumah. Sesampainya di rumah dia langsung menyandak pekerjaan rumah tangga yang telah lama ditinggalkannya.   

Di dalam 3 hari konsultasi penyembuhan telah bermunculan banyak kejadian gaib, penyakit jantung berat, penyakit kanker, penyakit pembuluh darah otak, tekanan darah tinggi dll., banyak sekali contoh kasus dimana tangan dijulurkan penyakit sembuh total, tidak perlu lagi kami ceritakan satu persatu. (bersambung)

Oleh praktisi Falun Dafa dari kota Laixi, propinsi Shandong April 5, 2007

Posted by dewaekajaya in Pengalaman Praktisi.
add a comment

Oleh praktisi Falun Dafa dari kota Laixi, propinsi Shandong

(falundafa.or.id) Saya mendengar sebuah cerita di mana adalah sebuah kotak harta dari batu yang memerlukan seribu pukulan palu untuk membukanya, tapi tidak ada seorangpun yang mengetahui hal ini. Banyak orang memukul batu ini beberapa kali dan kemudian pergi, dan batu tersebut bahkah tidak retak. Orang terakhir memukul batu itu hanya dengan sebuah pukulan ringan dan batu ini merekah terbuka.
Saya sering merasa sedih karena efek klarifikasi fakta yang saya lakukan tidak begitu bagus, dan banyak orang tetap tidak melakukan “tiga pengunduran diri” setelah usaha saya (mengundurkan diri dari Partai Komunis China, Liga Pemuda Komunis dan Perintis Muda). Setelah mendengarkan cerita ini, saya menyadari kenyataan bahwa perlu banyak orang untuk melakukan hal ini, sembilan ratus sembilan puluh sembilan kali. Tidak penting sama sekali apakah saya adalah orang yang melakukan pukulan ke seribu. Kita seharusnya tidak merasa berkecil hati bahkan jika hasilnya tidak bagus pada saat itu, selama kita melakukan apa yang kita perlu lakukan dengan sepenuh hati.
Chinese version available at http://www.minghui.org/mh/articles/2006/3/23/123517.html
Charles Li dan Keluarganya Terus Diganggu oleh PKC
Oleh: wartawan Minghui/Clearwisdom dari San Francisco

(falundafa.or.id) Setelah melewati tiga tahun penganiayaan yang dilakukan oleh rezim Komunis China, praktisi Falun Gong dan warganegara Amerika Serikat, Charles Li akhirnya mendapatkan kebebasan dan kembali ke Amerika pada dua bulan yang lalu. Baru-baru ini, dia mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia dan keluarganya masih terus menjadi sasaran preman Partai Komunis China (PKC) seperti teror.

Jendela mobil Charle Li dihancurkan
Charles Li mengatakan bahwa pada tanggal 4 Maret 2006, ponselnya dicuri di tempat kerjanya.Pada malam yang sama, mobilnya yang diparkir di tepi jalan dekat tempat kerjanya, jendelanya dihancurkan. Pada saat yang sama, Agen Keamanan Nasional baru-baru ini mengganggu keluarganya di China dan memperingatkan Charles Li agar “tidak berusaha melawan PKC.”
Charles Li kembali ke China pada bulan Januari 2003 untuk menyebarkan kebenaran tentang Falun Gong, tetapi segera ditangkap oleh agen PKC di pelabuhan udara begitu dia turun dari pesawat di Guangzhou. Dia lalu dijatuhi hukuman secara ilegal dan dipenjara di Penjara Nanjing selama tiga tahun. Dia mengalami bermacam-macam penyiksaan fisik dan jiwa. Pengalaman ini membuatnya melihat sifat jahat PKC, dan memperkuat keyakinannya dalam berlatih kultivasi.
Charles Li mengatakan bahwa selama penahanan ilegalnya di Penjara Nanjing, PKC secara brutal menyiksanya untuk memaksa dia menyerah pada keyakinannya terhadap Sejati Baik Sabar. Orang-tuanya juga menjalani tekanan luar biasa. Ibunya tidak bisa menanggung tekanan dan kekhawatiran dan akhirnya jatuh sakit, terbaring di tempat tidur.
Charles Li mengatakan bahwa PKC bertingkah laku paling memalukan saat ibunya kritis. Mereka memanfaatkan keuntungan dari situasi ini untuk mengancamnya dan berusaha memaksanya untuk berhenti berlatih Falun Gong. Dia tidak menurut, oleh sebab itu PKC tidak membiarkan dia menemui ibunya. Setelah masalah ini diekspose keluar dunia, dengan pertolongan dari komunitas internasional, PKC baru memperbolehkan untuk menemui ibunya untuk terakhir kali. Tetapi, ketika dia bergegas pulang ke rumah, ibunya sudah meninggal tanpa dapat melihat anak lelakinya untuk terakhir kali.
Charles Li mengutuk PKC sebagai organisasi kejahatan. Dia mengatakan bahwa baru-baru ini PKC menggunakan propaganda untuk memfitnah dia dan keluarganya dengan mengatakan bahwa kekurangan kesalehan anak mengakibatkan kematian ibunya. Keluarganya mempertimbangkan untuk menuntut secara hukum terhadap PKC agar memperbaiki nama baik mereka. Di bawah situasi ini, PKC mengancam keluarganya dan menggunakan taktik seperti penjahat terhadap Charles Li di Amerika.
Charles Li menekankan fakta bahwa kejahatan PKC sudah diketahui oleh semua orang, tetapi tindakan jahat mereka tidak bisa menimbulkan efek padanya.
Chinese version available at http://minghui.ca/mh/articles/2006/3/20/123311.html
http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2006/3/21/71033.html

Keyakinan Teguh Kepada Shifu April 5, 2007

Posted by dewaekajaya in Pengalaman Praktisi.
1 comment so far

Hanya dengan Keyakinan Teguh kepada Shifu Saya Dapat Melangkah Dengan Baik Di Dalam Jalur Kultivasi Selama Masa Pelurusan Fa
Oleh praktisi Falun Dafa dari kota Laixi, propinsi Shandong
(falundafa.or.id)

Salam Hormat kepada Shifu ! Salam kepada rekan sesama praktisi diseluruh dunia!
Menoleh kebelakang perjalanan kultivasi saya selama periode pelurusan Fa 5 tahun ini, saya mengalami penganiayaan yang sangat keji. Namun berkat penyelamatan dan perlindungan Shifu yang berbelas kasih, meskipun berada dalam tekanan yang sangat besar saya telah menanggung kesengsaraan dalam jangka waktu yang lama.
Pada tanggal 20 Juli 1999, penganiayaan terhadap Falun Gong terjadi secara menyeluruh di Tiongkok. Polisi menahan dan menganiaya praktisi Falun Gong, merampok rumah mereka, memasukkannya ke dalam penjara, mengirimkan ke kamp-kamp kerja paksa, memaksa menyerahkan buku-buku Falun Gong, menghancurkan buku-buku Dafa dan melakukan tindakan tak bermoral dan sangat kejam untuk menjebak dan memaki Falun Gong. Dibawah tekanan yang teramat berat dari polisi, karyawan saya dan anggota keluarga saya, sepertinya hampir tidak bisa bernafas. Saya terus menerus mempertimbangkan apakah saya meneruskan kultivasi saya atau tidak. Seperti yang dikatakan Shifu didalam puisi (dari Hongyin)
TENANG DALAM BENCANA
Fa-lurus disebarkan,
Kesulitan di atas kesulitan.
Puluhan ribu iblis menghalangi,
Dalam bahaya ada bahaya.
Sejak saya mulai belajar Fa, Fa Shifu tetap berada dipikiran saya, ini sangat membantu menjaga pikiran saya untuk selalu mengikuti Shifu dan tidak menyerah dalam Dafa. Kemudian saya meneguhkan ketetapan hati untuk selalu mengikuti Shifu dan melanjutkan kultivasi saya sampai akhir , walau bagaimanapun besarnya tekanan itu.
Mengatasi Ujian Sulit Terhadap Tekanan Orang Tua
Ketika saya pergi mengunjungi kedua orang tua saya, mereka tidak merasa gembira bertemu dengan saya dan berperilaku seakan tidak menyukai saya. Sesungguhnya saya merasa mereka sangat membenciku. Mereka mau menerima buah tangan dari saya, namun mereka tidak memperbolehkan saya masuk kedalam rumahnya. Hal ini terus saja terjadi bila saya mengunjungi mereka. Sungguh amat menyakitkan saya. Apa yang mesti saya lakukan ? Harus bagaimana untuk menunjukkan rasa bakti kepada mereka ? Bagaimana pula harus memperlakukan mereka ?
Setelah belajar Fa, saya menyadari bahwa saya ingin menjadi kultivator sejati dan melakukan apa yang Shifu minta kepada kita. Hanya dengan memperlakukan diri menurut standar sebagai seorang praktisi dapatkah saya menunjukan belas kasih saya kepada orang tua. Membiarkan kedua orang tua saya mengetahui bahwa seluruh praktisi Falun Gong adalah orang yang baik, merupakan jalan saya untuk sungguh-sungguh memperlakukan mereka dengan baik. Mulai saat saya memperoleh pengertian ini, saya tidak lagi memendam rasa sakit hati terhadap mereka atas ketidak pahaman mereka. Sebagai hasilnya, kedua orang tua saya Segera merubah perilakunya terhadap saya, dan sejak itu mereka memperlakukan saya dengan sangat baik, kapanpun saya mengunjunginya. Mereka juga mengantarkan saya jika akan pulang, dan ibu berkata,”Datanglah kerumah kapanpun kamu ada waktu, dan tidak perlu membawa apapun. Kami tahu kamu tidak mempunyai banyak uang.” Saya sungguh-sungguh merasakan kekuatan belas kasih Shifu dan Dafa. Dengan memperbaiki xinxing (kualitas moral), saya dengan cepat melampaui tingkat perasaan (qing) yang kuat terhadap kedua orang tua saya.

Sepenuhnya Menolak Pengaturan Kekuatan Lama dan Menentang Penindasan
Pada tanggal 1 November 1999, saya pergi dengan kereta menuju Beijing untuk mengajukan permohonan. Ada 4 atau 5 orang yang bergabung berangkat kesana. Salah satu rekan praktisi ditahan oleh polisi di kereta dan memberikan informasi tentang siapa saja yang bepergian dengan dirinya. Akhirnya polisi menemukan kami dan membawa kembali disaat kami berada dalam separuh perjalanan ke Beijing. Akhir Desember, saya berangkat lagi ke Beijing untuk mengajukan permohonan. Saya membentangkan spanduk di Lapangan Tiananmen. Saat saya memegang spanduk, saya berteriak keras, “Falun Dafa Baik!”. Saya pergi ke Beijing beberapa kali untuk membela Fa. Saya telah ditangkap secara illegal, disiksa dan dipenjara berkali-kali.
Ketika mereka menyiksa praktisi di pusat tahanan, polisi berkata kalau mereka telah membantu menghapus karma mereka dan meningkatkan xinxing. Saya tahu bahwa polisi dapat melakukan perbuatan dosa dan mendapatkan karma dengan cara ini. Mereka tidak pantas untuk menghapus karma bagi praktisi begitu juga meningkatkan xinxing mereka. Hanya Shifu yang yang dapat melakukan ini untuk praktisi dan seluruh makhluk hidup serta menghapus karma mereka. Saya menyadari bahwa makhluk hidup tidak boleh melakukan perbuatan yang menentang Dafa, sejak saya mengetahui bahwa siapapun yang menganiaya Dafa akan jatuh kedalam pintu tanpa kehidupan. Jadi selama tahun-tahun penganiayaan ini, tidak ada satupun yang berani memukul atau memaki saya ataupun menfitnah Shifu dan Dafa didepan saya, dan juga tidak ada seorangpun yang berani mencoba memaksa saya menulis apa yang disebut sebagai “Pernyataan Bersyarat”. Sejak saya mempunyai pikiran lurus dari lubuk hati, tidak ada satupun yang memperlakukan saya seperti itu.
Saya juga melihat polisi menggunakan kesempatan ini untuk memeras uang dari para praktisi. Polisi berkata kepada anggota keluarga praktisi ataupun pimpinan, jika mereka memberi uang kepada polisi, maka praktisi tersebut akan dibebaskan. Saya pikir saya seharusnya tidak membantu polisi dalam kejahatan ini. Saya tahu bahwa saya tidak bisa menggunakan uang untuk menukarkan kebebasan berkultivasi. Setelah pikiran ini timbul, anggota keluarga saya tidak mau memberikan polisi uang sepersen pun, namun akhirnya polisi membebaskan saya.
Pada tanggal 16 Juli 2000, saya pergi ke Beijing lagi untuk membela Dafa. Polisi kembali menahan saya dan lebih dari 20 praktisi di rumah seorang rekan praktisi. Mereka membawa kami ke kantor polisi di Beijing dan bertanya kepada setiap praktisi nama dan alamatnya. Ketika kami melihat beberapa praktisi dipukul dengan sangat keji dan jeritan kesakitan yang menyayat hati, saya mulai membaca sajak terus menerus didalam hati.
Hidup dan mati bukanlah kata bualan
Dapat atau tidak melihat wujud sebenarnya
(“Hati Mengerti Sendiri” dari Petunjuk Penting Gigih Maju 2)
Saya bertanya pada diri sendiri apakah saya datang kesini untuk membuktikan Dafa ataukah hanya ikut-ikutan dengan membabi buta saja. Mulai saat saya datang untuk membuktikan Dafa, seluruh perkataan dan perbuatan saya harus sesuai menurut permintaan Dafa dan saya harus mengikuti apa yang Shifu katakan. Setelah saya memiliki pikiran lurus ini, saya merasa sangat lega. Tidak ada seorang polisi pun yang menginterograsi saya . Shifu berkata dalam Ceramah Fa di Amerika Barat (Dao Hang) :
“Saya beritahu anda, jika seseorang sekiranya tidak punya karma yang begitu besar, mereka mutlak tidak akan diterpa kesulitan yang begitu besar. Harus dingin kepala dengan jernih membedakan antara Xiulian pribadi dengan kejahatan yang menganiaya Fa adalah dua hal yang berbeda.”
Saya telah menyadari bahwa saya tidak memiliki keterikatan akan takut dan pikiran manusia yang kuat, sehingga tidak akan ada penderitaan yang seharusnya tidak perlu saya tanggung, sepertinya Fashen Shifu selalu bersama saya.
Pada saat itu saya merasa Shifu sedang mengawasi dan melihat kesungguhan hati saya. Shifu akan melakukan apapun untuk saya apabila saya mempunyai pikiran yang lurus. Saya mengerti bahwa biar bagaimana pun cara-cara yang digunakan oleh kekuatan lama untuk mencoba memukul dan menginterograsi, mereka tidak ingin terlihat nyata. Apa yang mereka inginkan adalah untuk mengetahui apakah praktisi akan terus berlatih Falun Gong atau tidak. Oleh sebab itu, kapanpun polisi menginterograsi saya, saya selalu menolak bekerjasama dengan mereka. Saya berkata kepada meka tidak ada masalah bagaimana atau mengapa saya pergi kesana atau dengan siapa saja, sejak saat itu mereka tidak mempedulikan hal ini. Apa yang mereka benar-benar pedulikan adalah apakah saya terus melanjutkan kultivasi saya atau tidak. Saya berkata kepada polisi itu,”Saya memutuskan untuk mengikuti “Sejati-Baik-Sabar” dan berasimilasi dengan “Sejati-Baik-Sabar”.
Kemudian pada pertengahan Juli, saya menerima artikel Shifu “Pengumuman” (sekarang ada di Petunjuk Penting Gigih Maju 2) dari seorang rekan praktisi. Saya mengerti bahwa saya harus mengklarifikasi fakta kepada orang biasa dan menyingkap penganiayaan keji terhadap Falun Dafa. Saya mulai melakukan klarifikasi fakta. Saya pergi keluar dan menggantungkan spanduk-spanduk, menempelkan materi-materi didinding dengan perekat, dan mengantarkan materi klarifikasi ke rumah-rumah. Suatu saat saya dan seorang rekan praktisi menggantungkan spanduk, polisi melihat kami dan mengejar. Saya bilang kepada praktisi itu untuk tidak perlu takut ataupun cemas. Kami berpisah arah. Dan akhirnya polisi tidak dapat menemukan kami dan meninggalkan area tersebut. Dibawah perlindungan Shifu, kami telah terselamatkan. Kami telah membongkar penganiayaan.
Bulan Maret 2001, selama Kongres Nasional ke 16 di Tiongkok, beberapa orang menginginkan untuk menculik dan mengirim saya ke kelas pencucian otak. Saya menolak untuk pergi karena saya berpikir masih banyak orang yang menunggu untuk mengetahui kebenaran Falun Dafa. Sejak kekuatan lama mengatur kelas-kelas pencucuian otak untuk menganiaya praktisi Dafa, saya memutuskan untuk tidak akan pergi. Akhirnya mereka tidak berhasil untuk mengirim saya.
Akhir Juni 2001, ketika saya menempelkan materi-materi Dafa disebuah dinding apartement, seorang penjaga menangkap saya dipintu gerbang. Dengan didorong dan diseret, dia membawa saya ke kantor keamanan. Dia menggunakan tongkat listrik menyentuh meja dan tongkat itu memercikan api. Sangat jelas dia akan menyengatkan tongkat itu kepada saya. Jantung saya berdegub keras, namun kemudian saya berpikir seharusnya saya tidak boleh merasa takut, saya teringat akan perkataan Shifu dalam Menyingkirkan Keterikatan terakhir dari Petunjuk Gigih Maju 2 :
“Bila seorang praktisi Xiulian dalam kondisi apapun dapat melepaskan pikiran perihal hidup dan mati, kejahatan pasti akan takut, bila semua praktisi dapat berbuat demikian, dengan sendirinya kejahatan akan lenyap. Kalian sudah tahu tentang prinsip Fa saling menghidupi dan saling membatasi, bila sudah tidak ada lagi rasa takut, maka faktor yang membuat anda takut juga sudah tidak eksis lagi. Ini bukanlah secara paksa dilakukan, melainkan dicapai dengan pelepasan sungguh-sungguh yang tanpa beban.”
Saat saya menjadi tenang, saya mulai mengatakan kepada petugas itu bagaimana Falun Gong mengajarkan orang menjadi baik dan bagaimana pemerintah menutup-nutupi dan memfitnah Falun Gong di televisi. Dia lalu berkata,”Saya sekarang mengerti. Anda boleh pergi dan teruskan pekerjaanmu. Juga tolong tinggalkan beberapa materi Dafa dibeberapa kendaraan pimpinan kami.” Kemudian dia membebaskan saya.
Pada tanggal 9 Juli 2001, saya ditangkap karena mencetak materi-materi klarifikasi. Saya dipenjara di pusat tahanan Dashan dikota Qingdao. Saya mencari kedalam, seperti yang Shifu minta, dan menemukan bahwa saya masih memiliki keterikatan rasa cemburu dan pamer. Saya melihat kebocoran ini telah dimanfaatkan oleh kejahatan. Apakah ketidak murnian pikiran saya telah memberikan peluang kepada kekuatan lama untuk menganiaya saya ? Saya menjadi paham untuk tidak peduli kekuatan lama ingin menjatuhkan saya atau mereka adalah kebocoran saya, yang pasti saya tidak akan menerima penganiayaan ini. Tidak peduli bagaimanapun lingkungan saya berada, saya harus mengerjakan dengan baik permintaan Shifu kepada kita. Sehingga saya memancarkan pikiran lurus setiap hari, melakukan latihan dan mengklarifikasi fakta kepada sesama tahanan. Saya berpikir tidak seharusnya saya berada didalam penjara dan saya harus pergi keluar dan mengklarifikasi fakta serta menyelamatkan orang. Dengan demikian, dibawah perlindungan Shifu, saya akhirnya berhasil keluar dari pusat tahanan itu dengan lurus dan berwibawa.
Pada tanggal 28 Desember 2001, saya ditahan kembali saat berada dirumah rekan praktisi. Satu bulan kemudian, saya dikirim ke desa Wangcun di kota Zibo dan dijatuhi hukuman illegal selama 2 tahun dikamp kerja paksa. Setelah saya sampai di kamp, saya terus memancarkan pikiran lurus dan dalam waktu yang sama mencari kedalam untuk menemukan hal apa yang tidak saya kerjakan dengan baik dan sampai dimana saya tidak mengakui pengaturan kekuatan lama. Disaat itu beberapa bekas praktisi yang telah tersesat mencoba untuk mencuci otak saya, dengan Segera saya menyadari bahwa saya harus merubah konsep sesudah lahir saya yang melenceng menjadi pikiran lurus yang meleburkan saya dengan Sejati-Baik-Sabar daripada berkompromi dengan kejahatan. Pikiran lurus saya menjadi semakin kuat. Saya dengan keras bertanya kepada mereka,”Mengapa kalian melepaskan Dafa dan terlibat dengan hal yang sebut sebagai menyingkap dan mengkritik Shifu ? Sebelum penganiayaan dimulai , mengapa kalian tidak berkata hal yang negative terhadap Shifu ? Kalian bertindak seperti ini karena kalian takut akan penganiayaan dan pencucian otak. Kalian tidak melindungi Dafa.” Mereka tidak menjawab sepatah pun.
Penjaga penjara akhirnya mendatangi saya. Saya teringat perkataan Shifu dalam artikel “Saran” (Petunjuk Penting Gigih Maju 2) :
“Mereka yang melakukan apa yang disebut pekerjaan “merubah pendirian orang”, juga adalah manusia yang terkelabui. Mengapa tidak sebaliknya menyingkap kejahatan dan mengklarifikasi fakta pada mereka? Saya sarankan agar semua praktisi yang sedang dirubah pendiriannya secara paksa (tidak termasuk mereka yang belum ditangkap untuk dirubah pendiriannya) menyingkap kejahatan dan mengklarifikasi fakta pada orang-orang yang melakukan pekerjaan merubah pendirian, bersamaan itu beritahu pada mereka tentang hubungan sebab akibat dari “kebaikan dan kejahatan pasti ada balasannya”. Yang takut orang-orang mengetahui fakta kebenaran adalah kejahatan, bukan pengikut Dafa.”
Para penjaga itu mengatakan kepada saya bahwa lingkungan disana sangat bagus. Lalu saya bertanya kepada mereka,”Bukankah tempat ini dimana praktisi Zhou Songtao dari kota Qingdao dianiaya sampai meninggal?” Kemudian saya menceritakan kejadian bakar diri di lapangan Tiananmen kepada mereka. Setelah selesai, mereka meninggalkan saya tanpa sepatah kata pun. Dengan perlindungan Shifu, saya telah menggunakan kekuatan pikiran lurus saya untuk memusnahkan seluruh unsur kejahatan didimensi lain yang menganiaya saya. Akhirnya saya dibebaskan dengan lurus dan berwibawa dalam 2 hari. Sekali lagi saya menceburkan diri dalam arus pelurusan Fa.
Didalam perjalanan kultivasi saya, secara umum saya telah menjadi tenang, walau terkadang juga mengalami rasa frustasi . Namun karena saya telah menetapkan kepercayaan saya terhadap Shifu dari lubuk hati saya, tidak ada yang dapat merubah saya untuk melepas “Sejati-Baik-Sabar”.
Shifu berkata didalam Ceramah Fa di Atlanta 2003 :
Bukankah orang-orang mengatakan, anda punya seribu akal cerdik, saya punya ketentuan yang sudah ditetapkan? Dengan kata lain pengikut Dafa harus tahu apa yang sedang kita lakukan, harus berkesadaran jernih, apakah ada kaitannya dengan pembuktian kebenaran Fa.
Didalam perjalanan kultivasi saya dimasa Pelurusan Fa ini, beberapa rintangan berat telah membuat saya menjadi lebih jernih, rasional dan teguh. Pada saat yang sama pula banyak keterikatan-keterikatan dan konsep pikiran manusia saya terhapuskan. Saya menjadi lebih memahami bahwa untuk menolak pengaturan kekuatan lama, kita harus menjadi lebih ketat terhadap diri sendiri, mencurahkan sepenuh hati belajar Fa lebih banyak, serta lebih memperhatikan hal pemancaran pikiran lurus. Kita harus menggunakan Dafa untuk membimbing dan mengikuti permintaan Shifu. Kita harus sepenuhnya menolak pengaturan kekuatan lama dan melangkah dengan baik. Saya akan terus berusaha keras untuk melangkah ke depan dengan pikiran lurus. Kita harus memegang teguh ajaran Shifu dan harapan beliau, serta jangan biarkan makhluk hidup terjatuh. Kita tidak akan gagal didalam memenuhi janji dan harapan kepada kita.
Ini hanyalah pemahaman pribadi saya. Mohon tunjukkan jika ada hal yang tidak sesuai.

Budaya Tradisional: ”Setelah Mendengar Tao di Pagi Hari,
Seseorang Boleh Meninggal di Sore Hari Tanpa Penyesalan”
Oleh: Qingyan
(Falundafa.or.id) Ma Shen berasal dari Dongping (sekarang adalah Provinsi Shandong) pada jaman Dinasti Song Utara. Ia suka belajar sejak masih kecil dan memenangkan tempat pertama pada ujian kepegawaian tingkat provinsi di tahun keempat pemerintahan Shaosheng (kira-kira tahun 1097).
Tahun 1102 (tahun pertama periode Chongning), ajaran Konfusius Cheng Yu difitnah sebagai teori sesat dan dilarang, semua murid-muridnya dipaksa pergi. Sementara itu, Ma Shen diangkat menjadi pejabat kehakiman di Kota Luoyang dimana Cheng Yu tinggal dan ia sangat ingin belajar dari Cheng Yu.
Cheng Yu tidak mau Ma Shen mendapat kesulitan karena belajar darinya, jadi ia melarang Ma Shen menjadi muridnya. Tetapi, Ma Shen dengan gigih terus mengikuti Cheng Yu dan ia mengunjungi Cheng Yu sebanyak sepuluh kali dan membawakan hadiah-hadiah sebagai pernyataan rasa hormat yang semakin tinggi setiap kali. Tetapi, Cheng Yu masih tetap tidak mau mengajarnya.
Agar dapat menunjukkan ketulusannya, Ma Shen memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya. Cheng Yu berkata kepadanya, ”Berhubung dengan situasi sekarang ini, saya khawatir akan menyeret anda dalam kesulitan. Karena anda dapat melepaskan jabatan anda, anda tidak benar-benar perlu meletakkan jabatan.”
Ma Shen berkata, ”Jika saya dapat mendengar Tao, saya sekarang dapat mati tanpa merasa menyesal. Dan saya mungkin juga tidak perlu mati.” Inilah apa yang dimaksudkan oleh leluhur pada perkataan, ”Setelah mendengar Tao di pagi hari, seseorang boleh meninggal di sore hari tanpa menyesal.”
Tergerak oleh kegigihan dan ketulusan Ma Shen, Cheng Yu setuju untuk mengajarnya. Sejak itu, setiap hari Ma Shen mengunjungi tempat Cheng Yu untuk belajar, baik hujan ataupun mendung. Beberapa orang memfitnahnya dengan kebohongan, tetapi ia tidak ambil pusing. Ma Shen mendapatkan banyak kebijaksanaan tentang mengkultivasi kebaikan dirinya dari Cheng Yu.
Hidup itu berharga, maka leluhur kita berkata, ”Setelah mendengar Tao di pagi hari, seseorang boleh meninggal di sore hari tanpa menyesal.” Mengapa orang-orang sangat ingin memperoleh Tao, gigih berkultivasi Tao dan menghargainya? Apakah Tao itu yang telah dicari oleh orang-orang selama ribuan tahun?
Li Hongzhi, penemu Fa (Hukum) Buddha Falun, memberitahu kita:
“Fa Buddha” secara jelas dan gamblang memperlihatkan segala misteri, mulai dari partikel, molekul sampai alam semesta, dari yang lebih kecil sampai yang lebih besar, meliputi segala-galanya, tidak ada yang tertinggal. Dia adalah karakter alam semesta “Zhen-Shan-Ren” yang diuraikan secara berbeda pada tingkat yang berbeda, yang disebut “Dao” oleh aliran Dao, dan disebut “Fa” oleh aliran Buddha. (Lunyu dari Zhuan Falun)
Menurut sejarah adalah sangat sulit untuk mencari Tao atau untuk mendengarkannya, apalagi untuk mendapatkannya. Tetapi sekarang hukum sejati yang agung dan Tao agung, Falun Dafa, telah diajarkan kepada publik untuk pertama kalinya. Ini adalah suatu kehormatan terbesar bagi makhluk hidup yang telah menanti Hukum ini selama banyak kehidupan lalu. Orang-orang yang telah mendapatkan keberuntungan untuk belajar ini harus menghargainya.
Chinese version available at http://minghui.ca/mh/articles/2006/1/28/119321.html
http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2006/2/9/69792.html

Kisah-kisah Klarifikasi Fakta Seorang Praktisi
Oleh: praktisi Tiongkok
(Falundafa.or.id) Saya ingin berbagi beberapa pengalaman tentang klarifikasi kebenaran saya. Saya merasa sangat mendalam dimana penyelamatan makhluk hidup dengan hati yang murni dan belas kasih, tanpa keterikatan apapun, kita dapat menangani semuanya dengan pikiran yang bebas dari kebencian, ketidakpuasan, kesedihan dan ketakutan. Bahkan dibawah lingkungan yang sangat asing dan tak terduga, semuanya akan berjalan dengan lancar. Berikut ini beberapa cerita klarifikasi fakta tentang Dafa di daerah kami.
Klarifikasi Fakta dengan Banyak Cara
Saya bekerja di sebuah sekolah di barat daya China. Suami dan saya, bersama dengan dua anak kami, seringkali pergi ke pusat perbelanjaan dan membagikan materi klarifikasi fakta sambil bersikap seperti ingin berbelanja atau mengunjungi teman-teman.
Supaya bisa membagikan materi klarifikasi fakta dengan skala luas, kami menggunakan berbagai macam cara menurut waktu dan tempat. Kami sering membagikan materi antara 8.30 malam dan 10.30 malam pada musim semi dan panas. Antara jam 7.30 malam dan 10.30 malam. pada musim gugur dan musim dingin. Kami menggunakan waktu dengan baik segera setelah gelap ketika terdapat banyak orang dan polisi tidak mudah memperhatikan apa yang kami lakukan. Jika dilakukan terlalu malam, hanya terdapat sedikit orang yang berjalan-jalan, mungkin polisi bisa melihat kami.
Ketika kami menyebarkan materi klarifikasi fakta di sebuah bangunan tempat tinggal atau jalan desa yang remang-remang, kami berusaha saling berkoordinasi. Satu orang akan mengawasi pintu masuk sementara yang lain menyebarkan materi dari lantai atas sampai ke lantai dasar dari gedung tersebut atau pada lorong. Di jalanan yang banyak orang atau jalan-jalan utama di pedalaman, kami menyebarkan materi klarifikasi fakta pada tiap sisi jalan dengan menjaga jarak antara satu dengan yang lain. Pada daerah yang tidak dikenal, cara terbaik adalah menyebarkan materi pada malam hari. Cara ini lebih sulit karena bisa tersesat dan dengan cepat kami mendiskusikan bagaimana menangani masalah yang mungkin muncul tanpa terduga.
Lewat beberapa tahun kami berjalan dengan lancar dan dengan gembira menyebarkan materi klarifikasi fakta menggunakan cara-cara yang disebutkan di atas.
Memenuhi Kota dengan Materi Klarifikasi Fakta dalam Semalam
Suatu malam di bulan September 2005, enam orang dari kami mengendarai mobil ke kota untuk membagikan materi klarifikasi fakta di daerah dimana terdapat sedikit praktisi Dafa. Selama 2 jam perjalanan, kami memancarkan pikiran lurus untuk membasmi tangan-tangan hitam dan setan-setan busuk di semua dimensi lain. Kami tiba dengan cepat.
Ada ratusan tempat tinggal di kota ini. Kami membagi menjadi tiga kelompok. Dua orang di masing-masing kelompok bekerja sama untuk membagikan materi klarifikasi fakta di tiga desa. Kami menyebarkan brosur dari jam 9malam sampai 1.30 pagi dan hasilnya adalah hampir seluruh kota mendapatkan material klarifikasi fakta.
Itu diluar imajinasi kami dan semuanya berjalan dengan sangat lancar. Desa-desa itu terletak dekat gunung dan jalan-jalannya rendah, curam dan penuh dengan bekas roda. Mereka sangat susah untuk berjalan. Namun demikian, kami berjalan sangat cepat bahkan pada malam hari. Kami merasa takut karena ada anjing di daerah pedalaman, yang mungkin merintangi kami menyebarkan brosur. Namun nyatanya, anjing-anjing itu tidak menggonggong sama sekali ketika kami mendekati mereka untuk menyebarkan materi, bahkan kadang-kadang kami mendengar gonggongan anjing dari kejauhan. Ini semuanya berkat belas kasih dan perlindungan Guru, dan kekuatan ajaib dari Dafa.
Menyangkal Penganiayaan dengan Pikiran Lurus
Satu sore sebelum 1 Oktober 2005, saat saya menulis laporan pekerjaan, dua polisi dari stasion polisi setempat meminta saya untuk berbicara dengan mereka. Mereka berkata bahwa menurut instruksi otoritas lebih tinggi bahwa mereka sedang menyelidiki situasi sekarang ini terhadap orang-orang yang berlatih Falun Gong. Saya tiba-tiba ingat bahwa beberapa hari sebelumnya ada beberapa rekan praktisi berkata kepada saya bahwa polisi telah memanggil mereka dan bertanya apakah mereka berlatih Falun Gong, dan meminta foto dan sidik jari mereka. Saya mempunyai pemikiran ini, maka tidak membiarkan mereka berhasil. Saya mengatakan dengan kekuatan keadilan, ”Kalian dapat melihat bahwa saya masih banyak hal yang dikerjakan. Jika saya benar-benar telah melakukan kejahatan dan kalian mempunyai bukti kejahatan saya, kalian boleh berbicara dan saya akan berbicara dengan kalian. Tugas kalain adalah menjaga ketertiban masyarakat dan menghentikan kejahatan dan kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum. Kalian dapat mengetahui bagaimana hasil pekerjaan saya dari pimpinan dan guru-guru di sekolah saya. Dapatkah dianggap melanggarkan hukum hanya karena saya bekerja dengan keras? Apakah kalian tahu apa yang kalian lakukan? Saya pikir tidak ada apapun untuk berbicara dengan kalian. Kalian mengganggu pekerjaan saya.“ Ketika saya selesai berbicara, kedua polisi ini langsung pergi.
Chinese version available at http://minghui.ca/mh/articles/2005/12/26/117335.html
http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2006/1/24/69271.html

Berlangganan (subscribe) Newsletter : kirim email dengan judul Subscribe ke falundafa_indo-subscribe@yahoogroups.com

Stop Berlangganan (unsubscribe) Newsletter : kirim email dengan judul Unsubscribe ke falundafa_indo-unsubscribe@yahoogroups.com atau contact@falundafa.or.id

Untuk mengetahui informasi-informasi yang lalu kunjungi www.falundafa.or.id