Penganiayaan di Kamp Kerja Paksa Kaiping, Kota Tangshan, Provinsi Hebei April 8, 2007
Posted by dewaekajaya in Pengalaman Praktisi.trackback
Penganiayaan di Kamp Kerja Paksa Kaiping, Kota Tangshan, Provinsi Hebei
(Falundafa.or. id) Saya adalah seorang praktisi Falun Gong dari Kabupaten Yanshan, Provinsi Hebei. Pada tanggal 25 Mei 2004, saya ditangkap oleh polisi dan dibawa ke Kantor Polisi Kabupaten Yanshan, dimana saya diikat pada sebuah kursi besi dan diinterogasi. Saya menolak untuk menjawab pertanyaan. Akibatnya, saya dipukul oleh Zhang Xinping, wakil kepala Kelompok Keamanan Nasional Kabupaten Yanshan. Kemudian saya dipindahkan ke Pusat Penahanan Kabupaten Yanshan. Akhirnya, saya dijatuhi hukuman tiga tahun kerja paksa dan dipenjara di Kamp Kerja Paksa Wanita Kaipin di Kota Tangshan, dimana saya mengalami penganiayaan kejam.
1. Dipaksa cuci otak dan “di transformasi”
Petugas Qin Xiaoyan dan Wang Yuhua yang bertanggung jawab dalam “men-transformasi” saya. Pada awalnya, mereka pura-pura ramah kepada saya, lalu mereka mengirim banyak mantan praktisi yang telah tersesat untuk mencuci otak terhadap saya dengan doktrin palsu. Pada hari pertama, saya kehilangan waktu tidur sampai jam 2 pagi, dan saya dipaksa untuk membaca materi-materi yang memfitnah Dafa. Pada hari kedua, mereka melanjutkan untuk “men-transformasi” saya. Jika saya tidak bekerja sama dengan mereka, Qin Xiaoyan menuangkan air teh ke muka saya dan memaksa saya untuk berdiri dalam waktu lama. Para tahanan kriminal ditunjuk untuk mengawasi saya. Jika saya tertidur, para narapidana juga dihukum, jadi para tahanan kriminal membenci Falun Gong dan para praktisi. Saya sangat mengantuk sehingga saya jatuh ke lantai. Pada hari ketiga, saya tidak diperbolehkan tidur sepanjang malam dan saya hampir kehilangan kesadaran. Saat saya tidak lagi punya pikiran lurus yang seharusnya dimiliki oleh praktisi Dafa, saya merasa tidak tahan dan menyerah pada mereka.
2. Tugas kerja yang berlebihan
Kami dipaksa untuk melakukan pekerjaan kasar sejak bulan Desember 2004, dan jumlah pekerjaan terus bertambah. Kami tidak dapat menyelesaikan pekerjaan walaupun sudah ditambah jam lembur di akhir pekan. Pada Tanggal 24 Juni 2005, saya melancarkan mogok makan untuk memprotes penganiayaan ini dan menolak melakukan apapun, akibatnya saya dipaksa berdiri selama empat hari empat malam. Seorang tahanan kriminal mengawasi saya untuk memastikan saya tidak bergerak sedikitpun. Kaki dan telapak kaki saya bengkak sehingga saya tidak bisa memakai sepatu. Saat tahanan kriminal itu pergi makan siang, saya menulis sebuah pernyataan bahwa kata-kata dan tindakan saya dibawah pencucian otak secara paksa adalah batal dan tidak berlaku, dan saya akan melanjutkan latihan Falun Gong. Saya menyerahkan surat pernyataan itu kepada petugas Liu Xiujuan. Dia sangat marah sehingga merobek dan melempar surat itu ke muka saya.
3. Dikunci di sel yang kecil
Pada tanggal 8 Agustus 2005, saya menolak bekerja di akhir pekan, ataupun memakai seragam kamp kerja. Liu Xiujuan (wanita) menampar muka saya. Lalu mereka mengunci saya di sebuah sel yang kecil. Kepala regu Yan Hongli, memukul muka dan menertawakan saya. Dia ingin menghukum saya berdiri, tapi saya tidak mematuhinya, jadi dia meminta Liu Xiujuan dan Li Xiaofeng mengambil tali, dan mencoba mengikat saya ke pipa air panas. Saya berteriak keras, “Yan Hongli, kamu akan menerima pembalasan karma karena melakukan banyak kejahatan terhadap praktisi Falun Gong. Falun Dafa Hao (baik)!” Akhirnya, mereka menyumpal mulut saya dan mengikat saya ke sebuah kursi. Pada malam hari, yang bertugas adalah Wang Yan dan Gao Hui. Wang Yan mengendurkan tali dan meminta saya makan malam. Setelah makan malam, dia bertanya, apakah saya akan melakukan pekerjaan, memakai seragam, dan apakah saya menunjukkan rasa hormat kepada kepala regu. Saya menjawab bahwa saya tidak akan melakukan pekerjaan ataupun memakai seragam. Semenit kemudian, empat kriminal mengelilingi saya dan mengikat saya lagi. Saya tidak diperbolehkan menggunakan kamar kecil selama dua hari. Pada hari ketiga, atas permintaan saya, saya diperbolehkan menggunakan kamar kecil, tetapi saya diikat lagi setelah kembali.
4. Dicekoki makan
Enam hari setelah saya melancarkan aksi mogok makan, saya dipaksa minum air yang mengandung banyak garam. Tiap kali mereka melakukannya, saya memuntahkannya keluar. Air itu sangat asin dan menyakitkan. Pada hari ke sembilan, saya dipaksa minum dua kali dan memuntahkan semuanya. Setelah saya muntah pertama kali, Yan Hongli berkata “Tidak masalah jika kamu muntah lagi, kamp masih banyak garam untukmu!” dan dia memerintahkan seorang tahanan kriminal untuk menyumpal mulut saya dengan tangannya. Tetapi setelah pemaksaan minum berikutnya, air asin tetap keluar diantara jari-jarinya. Mereka ketakutan dan menjauh, dan tidak melakukan lagi sewaktu bibir saya menghitam dan muka saya menjadi pucat.
5. Digigit Nyamuk
Selama sembilan hari di dalam sel kecil, petugas sengaja membuka jendela untuk membiarkan nyamuk masuk. Tiap malam, tangan, kaki dan wajah saya penuh dengan nyamuk. Banyak gigitan nyamuk di sekujur tubuh saya.
6. Dipaksa duduk di bangku kecil dalam waktu yang lama dengan dibatasi tidur dan penggunaan kamar kecil
Dua hari setelah pemaksaan makan berakhir, kondisi saya sangat lemah dan bahkan susah bernapas. Namun, mereka tetap memaksa saya duduk di bangku kecil dan hanya dapat menggunakan kamar kecil pada waktu yang ditentukan. Saya memprotes bentuk penganiayaan ini dengan melancarkan mogok makan lagi. Saya dimasukan di sel kecil lagi sampai tanggal 2 November. Pada tanggal 5 Januari 2006, saya dimasukan lagi di sel kecil sampai tanggal 27 Januari 2006, karena menolak menjawab absen.
7. Ketika kamp kerja paksa diperiksa oleh organisasi internasional, para praktisi Falun Gong disembunyikan.
Saat ada suatu inspeksi oleh organisasi internasional, pihak berwenang kamp kerja paksa akan mengunci para praktisi Falun Gong yang teguh di dalam sel yang kecil jadi tidak ada kemungkinan untuk terlihat. Saya sendiri, pertama kali, disembunyikan di dalam sebuah ruangan, dan kedua kalinya, ditahan di sebuah sel kecil.
Yang paling ditakuti oleh para pelaku kejahatan adalah dibongkarnya kejahatan mereka, jadi mereka mencoba segala cara untuk menipu komunitas internasional. Kami disini mendesak semua korban kejahatan rejim PKC untuk menyuarakan dan menyingkap kejahatan PKC untuk mengakhiri penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong sesegera mungkin.
Chinese: http://minghui. ca/mh/articles/ 2007/3/3/ 149991.html
English: http://www.clearwis dom.net/emh/ articles/ 2007/3/25/ 83889.html
Comments»
No comments yet — be the first.