Austria: Keadilan Tidak Mempunyai Batasan Negara April 7, 2007
Posted by dewaekajaya in EraBaru.trackback
Austria: Keadilan Tidak Mempunyai Batasan Negara – Orang-Orang Dari Seluruh Dunia Menandatangani Petisi Yang Mendukung Diakhirinya Penganiayaan Falun Gong Di China
Oleh Reporter Minghui, Dexiang
(Falundafa.or. id) “Oh, praktisi Falun Gong! Saya sering melihat mereka di depan Kedutaan Besar China di Hungaria,” sepasang muda-mudi asal Hungaria berseru kepada seorang reporter. Wanita muda itu mengambil sebuah brosur, dan berkata bahwa dia juga pernah mendapat brosur yang serupa di Hongaria dan telah mengetahui tentang penganiayaan Falun Gong oleh Partai Komunis China (PKC). Mereka segera memberikan tanda tangan dan menulis nama mereka pada lembaran petisi yang mengutuk kejahatan PKC. Pasangan muda-mudi Hungaria yang lain, Hanuitos dan Attila, berkata bahwa negara mereka juga pernah diperintah oleh Partai Komunis, dan mereka paham benar bahwa Partai Komunis mampu melakukan berbagai kejahatan.
Para pelajar ingin mengetahui lebih lanjut tentang Falun Gong
Menandatangani petisi untuk mendukung Falun Gong
Membaca papan informasi
Para praktisi Falun Gong mengadakan kegiatan di Wina untuk mengungkap kejahatan PKC yang mengambil organ tubuh dari praktisi Falun Gong yang masih hidup
Pada tanggal 17 Maret 2007, para praktisi Falun Gong berkumpul bersama di depan Katedral Stephansdom di pusat kota Wina untuk mengadakan kegiatan klarifikasi. Mereka memperagakan perangkat latihan Falun Gong dan memasang spanduk dan papan informasi yang mengungkap kekejaman PKC atas pengambilan organ tubuh dari praktisi Falun Gong yang masih hidup, dan menyerukan penyelamatan bagi para praktisi Falun Gong di China.
Wina adalah Ibu Kota Austria, kota musik yang terkenal di dunia, selalu padat turis. Katedral Stephansdom adalah salah satu tempat yang harus dikunjungi setiap turis. Banyak turis tertarik pada peragaan para praktisi. Beberapa dari mereka berbincang-bincang dengan para praktisi dan meminta lebih banyak lagi informasi tentang hal tersebut. Setelah melihat spanduk, foto-foto yang dipamerkan, warga Wina dan orang-orang dari seluruh dunia, termasuk turis dari Italia, Meksiko, Hungaria, Taiwan, Australia, Brasilia, Korea dan Jerman memberikan tanda tangan dan menuliskan nama mereka pada lembaran petisi tanpa ragu-ragu, yang menyerukan agar kekejaman PKC dihentikan. Banyak turis asal China melintasi tempat kegiatan dan juga mengambil buku “9 Komentar Mengenai Partai Komunis.”
Seorang pelajar sekolah menengah berkata pada para praktisi Falun Gong bahwa dia akan menuliskan suatu karya tulis dengan topik tentang Falun Gong dan berharap para praktisi dapat membantunya memberikan informasi untuk penulisan karya tulis itu.
Pasangan Hungaria, yang sering melihat praktisi Falun Gong di depan Kedutaan Besar China di Hungaria, tanpa keraguan menandatangani petisi menentang penganiayaan
Menjelang akhir dari kegiatan, sekelompok besar anak-anak muda tiba-tiba muncul. “Benar-benar kejam, kenapa kita tidak tahu tentang hal ini?” “Saya mau menandatangangi petisi.” “Saya datang dari Brasilia, tolong berikan saya beberapa materi dan saya akan membawanya pulang.” Mereka berbicara dengan sangat antusias, tidak sabar untuk mendapatkan materi informasi. Para anak muda ini adalah para pelajar program pertukaran pelajar yang sedang menuntut ilmu di Jerman. Mereka datang dari seluruh dunia, termasuk Australia, Brasilia dan Meksiko, dan mereka berada di Austria untuk berjalan-jalan. Setelah melihat peragaan perangkat latihan Falun Gong dan spanduk-spanduk yang mengungkap kekejaman PKC atas pengambilan organ tubuh dari praktisi Falun Gong yang masih hidup, mereka mendatangi meja informasi dan dengan rasa ingin tahu yang besar hendak mempelajari lebih lanjut tentang apa yang telah terjadi di China. Mereka menandatangani dan menuliskan nama mereka untuk memprotes kekejaman PKC.
Chinese: http://minghui. ca/mh/articles/ 2007/3/19/ 151118.html
English: http://www.clearwis dom.net/emh/ articles/ 2007/3/21/ 83742.html
Comments»
No comments yet — be the first.