Keyakinan Teguh Kepada Shifu April 5, 2007
Posted by dewaekajaya in Pengalaman Praktisi.trackback
Hanya dengan Keyakinan Teguh kepada Shifu Saya Dapat Melangkah Dengan Baik Di Dalam Jalur Kultivasi Selama Masa Pelurusan Fa
Oleh praktisi Falun Dafa dari kota Laixi, propinsi Shandong
(falundafa.or.id)
Salam Hormat kepada Shifu ! Salam kepada rekan sesama praktisi diseluruh dunia!
Menoleh kebelakang perjalanan kultivasi saya selama periode pelurusan Fa 5 tahun ini, saya mengalami penganiayaan yang sangat keji. Namun berkat penyelamatan dan perlindungan Shifu yang berbelas kasih, meskipun berada dalam tekanan yang sangat besar saya telah menanggung kesengsaraan dalam jangka waktu yang lama.
Pada tanggal 20 Juli 1999, penganiayaan terhadap Falun Gong terjadi secara menyeluruh di Tiongkok. Polisi menahan dan menganiaya praktisi Falun Gong, merampok rumah mereka, memasukkannya ke dalam penjara, mengirimkan ke kamp-kamp kerja paksa, memaksa menyerahkan buku-buku Falun Gong, menghancurkan buku-buku Dafa dan melakukan tindakan tak bermoral dan sangat kejam untuk menjebak dan memaki Falun Gong. Dibawah tekanan yang teramat berat dari polisi, karyawan saya dan anggota keluarga saya, sepertinya hampir tidak bisa bernafas. Saya terus menerus mempertimbangkan apakah saya meneruskan kultivasi saya atau tidak. Seperti yang dikatakan Shifu didalam puisi (dari Hongyin)
TENANG DALAM BENCANA
Fa-lurus disebarkan,
Kesulitan di atas kesulitan.
Puluhan ribu iblis menghalangi,
Dalam bahaya ada bahaya.
Sejak saya mulai belajar Fa, Fa Shifu tetap berada dipikiran saya, ini sangat membantu menjaga pikiran saya untuk selalu mengikuti Shifu dan tidak menyerah dalam Dafa. Kemudian saya meneguhkan ketetapan hati untuk selalu mengikuti Shifu dan melanjutkan kultivasi saya sampai akhir , walau bagaimanapun besarnya tekanan itu.
Mengatasi Ujian Sulit Terhadap Tekanan Orang Tua
Ketika saya pergi mengunjungi kedua orang tua saya, mereka tidak merasa gembira bertemu dengan saya dan berperilaku seakan tidak menyukai saya. Sesungguhnya saya merasa mereka sangat membenciku. Mereka mau menerima buah tangan dari saya, namun mereka tidak memperbolehkan saya masuk kedalam rumahnya. Hal ini terus saja terjadi bila saya mengunjungi mereka. Sungguh amat menyakitkan saya. Apa yang mesti saya lakukan ? Harus bagaimana untuk menunjukkan rasa bakti kepada mereka ? Bagaimana pula harus memperlakukan mereka ?
Setelah belajar Fa, saya menyadari bahwa saya ingin menjadi kultivator sejati dan melakukan apa yang Shifu minta kepada kita. Hanya dengan memperlakukan diri menurut standar sebagai seorang praktisi dapatkah saya menunjukan belas kasih saya kepada orang tua. Membiarkan kedua orang tua saya mengetahui bahwa seluruh praktisi Falun Gong adalah orang yang baik, merupakan jalan saya untuk sungguh-sungguh memperlakukan mereka dengan baik. Mulai saat saya memperoleh pengertian ini, saya tidak lagi memendam rasa sakit hati terhadap mereka atas ketidak pahaman mereka. Sebagai hasilnya, kedua orang tua saya Segera merubah perilakunya terhadap saya, dan sejak itu mereka memperlakukan saya dengan sangat baik, kapanpun saya mengunjunginya. Mereka juga mengantarkan saya jika akan pulang, dan ibu berkata,”Datanglah kerumah kapanpun kamu ada waktu, dan tidak perlu membawa apapun. Kami tahu kamu tidak mempunyai banyak uang.” Saya sungguh-sungguh merasakan kekuatan belas kasih Shifu dan Dafa. Dengan memperbaiki xinxing (kualitas moral), saya dengan cepat melampaui tingkat perasaan (qing) yang kuat terhadap kedua orang tua saya.
Sepenuhnya Menolak Pengaturan Kekuatan Lama dan Menentang Penindasan
Pada tanggal 1 November 1999, saya pergi dengan kereta menuju Beijing untuk mengajukan permohonan. Ada 4 atau 5 orang yang bergabung berangkat kesana. Salah satu rekan praktisi ditahan oleh polisi di kereta dan memberikan informasi tentang siapa saja yang bepergian dengan dirinya. Akhirnya polisi menemukan kami dan membawa kembali disaat kami berada dalam separuh perjalanan ke Beijing. Akhir Desember, saya berangkat lagi ke Beijing untuk mengajukan permohonan. Saya membentangkan spanduk di Lapangan Tiananmen. Saat saya memegang spanduk, saya berteriak keras, “Falun Dafa Baik!”. Saya pergi ke Beijing beberapa kali untuk membela Fa. Saya telah ditangkap secara illegal, disiksa dan dipenjara berkali-kali.
Ketika mereka menyiksa praktisi di pusat tahanan, polisi berkata kalau mereka telah membantu menghapus karma mereka dan meningkatkan xinxing. Saya tahu bahwa polisi dapat melakukan perbuatan dosa dan mendapatkan karma dengan cara ini. Mereka tidak pantas untuk menghapus karma bagi praktisi begitu juga meningkatkan xinxing mereka. Hanya Shifu yang yang dapat melakukan ini untuk praktisi dan seluruh makhluk hidup serta menghapus karma mereka. Saya menyadari bahwa makhluk hidup tidak boleh melakukan perbuatan yang menentang Dafa, sejak saya mengetahui bahwa siapapun yang menganiaya Dafa akan jatuh kedalam pintu tanpa kehidupan. Jadi selama tahun-tahun penganiayaan ini, tidak ada satupun yang berani memukul atau memaki saya ataupun menfitnah Shifu dan Dafa didepan saya, dan juga tidak ada seorangpun yang berani mencoba memaksa saya menulis apa yang disebut sebagai “Pernyataan Bersyarat”. Sejak saya mempunyai pikiran lurus dari lubuk hati, tidak ada satupun yang memperlakukan saya seperti itu.
Saya juga melihat polisi menggunakan kesempatan ini untuk memeras uang dari para praktisi. Polisi berkata kepada anggota keluarga praktisi ataupun pimpinan, jika mereka memberi uang kepada polisi, maka praktisi tersebut akan dibebaskan. Saya pikir saya seharusnya tidak membantu polisi dalam kejahatan ini. Saya tahu bahwa saya tidak bisa menggunakan uang untuk menukarkan kebebasan berkultivasi. Setelah pikiran ini timbul, anggota keluarga saya tidak mau memberikan polisi uang sepersen pun, namun akhirnya polisi membebaskan saya.
Pada tanggal 16 Juli 2000, saya pergi ke Beijing lagi untuk membela Dafa. Polisi kembali menahan saya dan lebih dari 20 praktisi di rumah seorang rekan praktisi. Mereka membawa kami ke kantor polisi di Beijing dan bertanya kepada setiap praktisi nama dan alamatnya. Ketika kami melihat beberapa praktisi dipukul dengan sangat keji dan jeritan kesakitan yang menyayat hati, saya mulai membaca sajak terus menerus didalam hati.
Hidup dan mati bukanlah kata bualan
Dapat atau tidak melihat wujud sebenarnya
(“Hati Mengerti Sendiri” dari Petunjuk Penting Gigih Maju 2)
Saya bertanya pada diri sendiri apakah saya datang kesini untuk membuktikan Dafa ataukah hanya ikut-ikutan dengan membabi buta saja. Mulai saat saya datang untuk membuktikan Dafa, seluruh perkataan dan perbuatan saya harus sesuai menurut permintaan Dafa dan saya harus mengikuti apa yang Shifu katakan. Setelah saya memiliki pikiran lurus ini, saya merasa sangat lega. Tidak ada seorang polisi pun yang menginterograsi saya . Shifu berkata dalam Ceramah Fa di Amerika Barat (Dao Hang) :
“Saya beritahu anda, jika seseorang sekiranya tidak punya karma yang begitu besar, mereka mutlak tidak akan diterpa kesulitan yang begitu besar. Harus dingin kepala dengan jernih membedakan antara Xiulian pribadi dengan kejahatan yang menganiaya Fa adalah dua hal yang berbeda.”
Saya telah menyadari bahwa saya tidak memiliki keterikatan akan takut dan pikiran manusia yang kuat, sehingga tidak akan ada penderitaan yang seharusnya tidak perlu saya tanggung, sepertinya Fashen Shifu selalu bersama saya.
Pada saat itu saya merasa Shifu sedang mengawasi dan melihat kesungguhan hati saya. Shifu akan melakukan apapun untuk saya apabila saya mempunyai pikiran yang lurus. Saya mengerti bahwa biar bagaimana pun cara-cara yang digunakan oleh kekuatan lama untuk mencoba memukul dan menginterograsi, mereka tidak ingin terlihat nyata. Apa yang mereka inginkan adalah untuk mengetahui apakah praktisi akan terus berlatih Falun Gong atau tidak. Oleh sebab itu, kapanpun polisi menginterograsi saya, saya selalu menolak bekerjasama dengan mereka. Saya berkata kepada meka tidak ada masalah bagaimana atau mengapa saya pergi kesana atau dengan siapa saja, sejak saat itu mereka tidak mempedulikan hal ini. Apa yang mereka benar-benar pedulikan adalah apakah saya terus melanjutkan kultivasi saya atau tidak. Saya berkata kepada polisi itu,”Saya memutuskan untuk mengikuti “Sejati-Baik-Sabar” dan berasimilasi dengan “Sejati-Baik-Sabar”.
Kemudian pada pertengahan Juli, saya menerima artikel Shifu “Pengumuman” (sekarang ada di Petunjuk Penting Gigih Maju 2) dari seorang rekan praktisi. Saya mengerti bahwa saya harus mengklarifikasi fakta kepada orang biasa dan menyingkap penganiayaan keji terhadap Falun Dafa. Saya mulai melakukan klarifikasi fakta. Saya pergi keluar dan menggantungkan spanduk-spanduk, menempelkan materi-materi didinding dengan perekat, dan mengantarkan materi klarifikasi ke rumah-rumah. Suatu saat saya dan seorang rekan praktisi menggantungkan spanduk, polisi melihat kami dan mengejar. Saya bilang kepada praktisi itu untuk tidak perlu takut ataupun cemas. Kami berpisah arah. Dan akhirnya polisi tidak dapat menemukan kami dan meninggalkan area tersebut. Dibawah perlindungan Shifu, kami telah terselamatkan. Kami telah membongkar penganiayaan.
Bulan Maret 2001, selama Kongres Nasional ke 16 di Tiongkok, beberapa orang menginginkan untuk menculik dan mengirim saya ke kelas pencucian otak. Saya menolak untuk pergi karena saya berpikir masih banyak orang yang menunggu untuk mengetahui kebenaran Falun Dafa. Sejak kekuatan lama mengatur kelas-kelas pencucuian otak untuk menganiaya praktisi Dafa, saya memutuskan untuk tidak akan pergi. Akhirnya mereka tidak berhasil untuk mengirim saya.
Akhir Juni 2001, ketika saya menempelkan materi-materi Dafa disebuah dinding apartement, seorang penjaga menangkap saya dipintu gerbang. Dengan didorong dan diseret, dia membawa saya ke kantor keamanan. Dia menggunakan tongkat listrik menyentuh meja dan tongkat itu memercikan api. Sangat jelas dia akan menyengatkan tongkat itu kepada saya. Jantung saya berdegub keras, namun kemudian saya berpikir seharusnya saya tidak boleh merasa takut, saya teringat akan perkataan Shifu dalam Menyingkirkan Keterikatan terakhir dari Petunjuk Gigih Maju 2 :
“Bila seorang praktisi Xiulian dalam kondisi apapun dapat melepaskan pikiran perihal hidup dan mati, kejahatan pasti akan takut, bila semua praktisi dapat berbuat demikian, dengan sendirinya kejahatan akan lenyap. Kalian sudah tahu tentang prinsip Fa saling menghidupi dan saling membatasi, bila sudah tidak ada lagi rasa takut, maka faktor yang membuat anda takut juga sudah tidak eksis lagi. Ini bukanlah secara paksa dilakukan, melainkan dicapai dengan pelepasan sungguh-sungguh yang tanpa beban.”
Saat saya menjadi tenang, saya mulai mengatakan kepada petugas itu bagaimana Falun Gong mengajarkan orang menjadi baik dan bagaimana pemerintah menutup-nutupi dan memfitnah Falun Gong di televisi. Dia lalu berkata,”Saya sekarang mengerti. Anda boleh pergi dan teruskan pekerjaanmu. Juga tolong tinggalkan beberapa materi Dafa dibeberapa kendaraan pimpinan kami.” Kemudian dia membebaskan saya.
Pada tanggal 9 Juli 2001, saya ditangkap karena mencetak materi-materi klarifikasi. Saya dipenjara di pusat tahanan Dashan dikota Qingdao. Saya mencari kedalam, seperti yang Shifu minta, dan menemukan bahwa saya masih memiliki keterikatan rasa cemburu dan pamer. Saya melihat kebocoran ini telah dimanfaatkan oleh kejahatan. Apakah ketidak murnian pikiran saya telah memberikan peluang kepada kekuatan lama untuk menganiaya saya ? Saya menjadi paham untuk tidak peduli kekuatan lama ingin menjatuhkan saya atau mereka adalah kebocoran saya, yang pasti saya tidak akan menerima penganiayaan ini. Tidak peduli bagaimanapun lingkungan saya berada, saya harus mengerjakan dengan baik permintaan Shifu kepada kita. Sehingga saya memancarkan pikiran lurus setiap hari, melakukan latihan dan mengklarifikasi fakta kepada sesama tahanan. Saya berpikir tidak seharusnya saya berada didalam penjara dan saya harus pergi keluar dan mengklarifikasi fakta serta menyelamatkan orang. Dengan demikian, dibawah perlindungan Shifu, saya akhirnya berhasil keluar dari pusat tahanan itu dengan lurus dan berwibawa.
Pada tanggal 28 Desember 2001, saya ditahan kembali saat berada dirumah rekan praktisi. Satu bulan kemudian, saya dikirim ke desa Wangcun di kota Zibo dan dijatuhi hukuman illegal selama 2 tahun dikamp kerja paksa. Setelah saya sampai di kamp, saya terus memancarkan pikiran lurus dan dalam waktu yang sama mencari kedalam untuk menemukan hal apa yang tidak saya kerjakan dengan baik dan sampai dimana saya tidak mengakui pengaturan kekuatan lama. Disaat itu beberapa bekas praktisi yang telah tersesat mencoba untuk mencuci otak saya, dengan Segera saya menyadari bahwa saya harus merubah konsep sesudah lahir saya yang melenceng menjadi pikiran lurus yang meleburkan saya dengan Sejati-Baik-Sabar daripada berkompromi dengan kejahatan. Pikiran lurus saya menjadi semakin kuat. Saya dengan keras bertanya kepada mereka,”Mengapa kalian melepaskan Dafa dan terlibat dengan hal yang sebut sebagai menyingkap dan mengkritik Shifu ? Sebelum penganiayaan dimulai , mengapa kalian tidak berkata hal yang negative terhadap Shifu ? Kalian bertindak seperti ini karena kalian takut akan penganiayaan dan pencucian otak. Kalian tidak melindungi Dafa.” Mereka tidak menjawab sepatah pun.
Penjaga penjara akhirnya mendatangi saya. Saya teringat perkataan Shifu dalam artikel “Saran” (Petunjuk Penting Gigih Maju 2) :
“Mereka yang melakukan apa yang disebut pekerjaan “merubah pendirian orang”, juga adalah manusia yang terkelabui. Mengapa tidak sebaliknya menyingkap kejahatan dan mengklarifikasi fakta pada mereka? Saya sarankan agar semua praktisi yang sedang dirubah pendiriannya secara paksa (tidak termasuk mereka yang belum ditangkap untuk dirubah pendiriannya) menyingkap kejahatan dan mengklarifikasi fakta pada orang-orang yang melakukan pekerjaan merubah pendirian, bersamaan itu beritahu pada mereka tentang hubungan sebab akibat dari “kebaikan dan kejahatan pasti ada balasannya”. Yang takut orang-orang mengetahui fakta kebenaran adalah kejahatan, bukan pengikut Dafa.”
Para penjaga itu mengatakan kepada saya bahwa lingkungan disana sangat bagus. Lalu saya bertanya kepada mereka,”Bukankah tempat ini dimana praktisi Zhou Songtao dari kota Qingdao dianiaya sampai meninggal?” Kemudian saya menceritakan kejadian bakar diri di lapangan Tiananmen kepada mereka. Setelah selesai, mereka meninggalkan saya tanpa sepatah kata pun. Dengan perlindungan Shifu, saya telah menggunakan kekuatan pikiran lurus saya untuk memusnahkan seluruh unsur kejahatan didimensi lain yang menganiaya saya. Akhirnya saya dibebaskan dengan lurus dan berwibawa dalam 2 hari. Sekali lagi saya menceburkan diri dalam arus pelurusan Fa.
Didalam perjalanan kultivasi saya, secara umum saya telah menjadi tenang, walau terkadang juga mengalami rasa frustasi . Namun karena saya telah menetapkan kepercayaan saya terhadap Shifu dari lubuk hati saya, tidak ada yang dapat merubah saya untuk melepas “Sejati-Baik-Sabar”.
Shifu berkata didalam Ceramah Fa di Atlanta 2003 :
Bukankah orang-orang mengatakan, anda punya seribu akal cerdik, saya punya ketentuan yang sudah ditetapkan? Dengan kata lain pengikut Dafa harus tahu apa yang sedang kita lakukan, harus berkesadaran jernih, apakah ada kaitannya dengan pembuktian kebenaran Fa.
Didalam perjalanan kultivasi saya dimasa Pelurusan Fa ini, beberapa rintangan berat telah membuat saya menjadi lebih jernih, rasional dan teguh. Pada saat yang sama pula banyak keterikatan-keterikatan dan konsep pikiran manusia saya terhapuskan. Saya menjadi lebih memahami bahwa untuk menolak pengaturan kekuatan lama, kita harus menjadi lebih ketat terhadap diri sendiri, mencurahkan sepenuh hati belajar Fa lebih banyak, serta lebih memperhatikan hal pemancaran pikiran lurus. Kita harus menggunakan Dafa untuk membimbing dan mengikuti permintaan Shifu. Kita harus sepenuhnya menolak pengaturan kekuatan lama dan melangkah dengan baik. Saya akan terus berusaha keras untuk melangkah ke depan dengan pikiran lurus. Kita harus memegang teguh ajaran Shifu dan harapan beliau, serta jangan biarkan makhluk hidup terjatuh. Kita tidak akan gagal didalam memenuhi janji dan harapan kepada kita.
Ini hanyalah pemahaman pribadi saya. Mohon tunjukkan jika ada hal yang tidak sesuai.
Budaya Tradisional: ”Setelah Mendengar Tao di Pagi Hari,
Seseorang Boleh Meninggal di Sore Hari Tanpa Penyesalan”
Oleh: Qingyan
(Falundafa.or.id) Ma Shen berasal dari Dongping (sekarang adalah Provinsi Shandong) pada jaman Dinasti Song Utara. Ia suka belajar sejak masih kecil dan memenangkan tempat pertama pada ujian kepegawaian tingkat provinsi di tahun keempat pemerintahan Shaosheng (kira-kira tahun 1097).
Tahun 1102 (tahun pertama periode Chongning), ajaran Konfusius Cheng Yu difitnah sebagai teori sesat dan dilarang, semua murid-muridnya dipaksa pergi. Sementara itu, Ma Shen diangkat menjadi pejabat kehakiman di Kota Luoyang dimana Cheng Yu tinggal dan ia sangat ingin belajar dari Cheng Yu.
Cheng Yu tidak mau Ma Shen mendapat kesulitan karena belajar darinya, jadi ia melarang Ma Shen menjadi muridnya. Tetapi, Ma Shen dengan gigih terus mengikuti Cheng Yu dan ia mengunjungi Cheng Yu sebanyak sepuluh kali dan membawakan hadiah-hadiah sebagai pernyataan rasa hormat yang semakin tinggi setiap kali. Tetapi, Cheng Yu masih tetap tidak mau mengajarnya.
Agar dapat menunjukkan ketulusannya, Ma Shen memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya. Cheng Yu berkata kepadanya, ”Berhubung dengan situasi sekarang ini, saya khawatir akan menyeret anda dalam kesulitan. Karena anda dapat melepaskan jabatan anda, anda tidak benar-benar perlu meletakkan jabatan.”
Ma Shen berkata, ”Jika saya dapat mendengar Tao, saya sekarang dapat mati tanpa merasa menyesal. Dan saya mungkin juga tidak perlu mati.” Inilah apa yang dimaksudkan oleh leluhur pada perkataan, ”Setelah mendengar Tao di pagi hari, seseorang boleh meninggal di sore hari tanpa menyesal.”
Tergerak oleh kegigihan dan ketulusan Ma Shen, Cheng Yu setuju untuk mengajarnya. Sejak itu, setiap hari Ma Shen mengunjungi tempat Cheng Yu untuk belajar, baik hujan ataupun mendung. Beberapa orang memfitnahnya dengan kebohongan, tetapi ia tidak ambil pusing. Ma Shen mendapatkan banyak kebijaksanaan tentang mengkultivasi kebaikan dirinya dari Cheng Yu.
Hidup itu berharga, maka leluhur kita berkata, ”Setelah mendengar Tao di pagi hari, seseorang boleh meninggal di sore hari tanpa menyesal.” Mengapa orang-orang sangat ingin memperoleh Tao, gigih berkultivasi Tao dan menghargainya? Apakah Tao itu yang telah dicari oleh orang-orang selama ribuan tahun?
Li Hongzhi, penemu Fa (Hukum) Buddha Falun, memberitahu kita:
“Fa Buddha” secara jelas dan gamblang memperlihatkan segala misteri, mulai dari partikel, molekul sampai alam semesta, dari yang lebih kecil sampai yang lebih besar, meliputi segala-galanya, tidak ada yang tertinggal. Dia adalah karakter alam semesta “Zhen-Shan-Ren” yang diuraikan secara berbeda pada tingkat yang berbeda, yang disebut “Dao” oleh aliran Dao, dan disebut “Fa” oleh aliran Buddha. (Lunyu dari Zhuan Falun)
Menurut sejarah adalah sangat sulit untuk mencari Tao atau untuk mendengarkannya, apalagi untuk mendapatkannya. Tetapi sekarang hukum sejati yang agung dan Tao agung, Falun Dafa, telah diajarkan kepada publik untuk pertama kalinya. Ini adalah suatu kehormatan terbesar bagi makhluk hidup yang telah menanti Hukum ini selama banyak kehidupan lalu. Orang-orang yang telah mendapatkan keberuntungan untuk belajar ini harus menghargainya.
Chinese version available at http://minghui.ca/mh/articles/2006/1/28/119321.html
http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2006/2/9/69792.html
Kisah-kisah Klarifikasi Fakta Seorang Praktisi
Oleh: praktisi Tiongkok
(Falundafa.or.id) Saya ingin berbagi beberapa pengalaman tentang klarifikasi kebenaran saya. Saya merasa sangat mendalam dimana penyelamatan makhluk hidup dengan hati yang murni dan belas kasih, tanpa keterikatan apapun, kita dapat menangani semuanya dengan pikiran yang bebas dari kebencian, ketidakpuasan, kesedihan dan ketakutan. Bahkan dibawah lingkungan yang sangat asing dan tak terduga, semuanya akan berjalan dengan lancar. Berikut ini beberapa cerita klarifikasi fakta tentang Dafa di daerah kami.
Klarifikasi Fakta dengan Banyak Cara
Saya bekerja di sebuah sekolah di barat daya China. Suami dan saya, bersama dengan dua anak kami, seringkali pergi ke pusat perbelanjaan dan membagikan materi klarifikasi fakta sambil bersikap seperti ingin berbelanja atau mengunjungi teman-teman.
Supaya bisa membagikan materi klarifikasi fakta dengan skala luas, kami menggunakan berbagai macam cara menurut waktu dan tempat. Kami sering membagikan materi antara 8.30 malam dan 10.30 malam pada musim semi dan panas. Antara jam 7.30 malam dan 10.30 malam. pada musim gugur dan musim dingin. Kami menggunakan waktu dengan baik segera setelah gelap ketika terdapat banyak orang dan polisi tidak mudah memperhatikan apa yang kami lakukan. Jika dilakukan terlalu malam, hanya terdapat sedikit orang yang berjalan-jalan, mungkin polisi bisa melihat kami.
Ketika kami menyebarkan materi klarifikasi fakta di sebuah bangunan tempat tinggal atau jalan desa yang remang-remang, kami berusaha saling berkoordinasi. Satu orang akan mengawasi pintu masuk sementara yang lain menyebarkan materi dari lantai atas sampai ke lantai dasar dari gedung tersebut atau pada lorong. Di jalanan yang banyak orang atau jalan-jalan utama di pedalaman, kami menyebarkan materi klarifikasi fakta pada tiap sisi jalan dengan menjaga jarak antara satu dengan yang lain. Pada daerah yang tidak dikenal, cara terbaik adalah menyebarkan materi pada malam hari. Cara ini lebih sulit karena bisa tersesat dan dengan cepat kami mendiskusikan bagaimana menangani masalah yang mungkin muncul tanpa terduga.
Lewat beberapa tahun kami berjalan dengan lancar dan dengan gembira menyebarkan materi klarifikasi fakta menggunakan cara-cara yang disebutkan di atas.
Memenuhi Kota dengan Materi Klarifikasi Fakta dalam Semalam
Suatu malam di bulan September 2005, enam orang dari kami mengendarai mobil ke kota untuk membagikan materi klarifikasi fakta di daerah dimana terdapat sedikit praktisi Dafa. Selama 2 jam perjalanan, kami memancarkan pikiran lurus untuk membasmi tangan-tangan hitam dan setan-setan busuk di semua dimensi lain. Kami tiba dengan cepat.
Ada ratusan tempat tinggal di kota ini. Kami membagi menjadi tiga kelompok. Dua orang di masing-masing kelompok bekerja sama untuk membagikan materi klarifikasi fakta di tiga desa. Kami menyebarkan brosur dari jam 9malam sampai 1.30 pagi dan hasilnya adalah hampir seluruh kota mendapatkan material klarifikasi fakta.
Itu diluar imajinasi kami dan semuanya berjalan dengan sangat lancar. Desa-desa itu terletak dekat gunung dan jalan-jalannya rendah, curam dan penuh dengan bekas roda. Mereka sangat susah untuk berjalan. Namun demikian, kami berjalan sangat cepat bahkan pada malam hari. Kami merasa takut karena ada anjing di daerah pedalaman, yang mungkin merintangi kami menyebarkan brosur. Namun nyatanya, anjing-anjing itu tidak menggonggong sama sekali ketika kami mendekati mereka untuk menyebarkan materi, bahkan kadang-kadang kami mendengar gonggongan anjing dari kejauhan. Ini semuanya berkat belas kasih dan perlindungan Guru, dan kekuatan ajaib dari Dafa.
Menyangkal Penganiayaan dengan Pikiran Lurus
Satu sore sebelum 1 Oktober 2005, saat saya menulis laporan pekerjaan, dua polisi dari stasion polisi setempat meminta saya untuk berbicara dengan mereka. Mereka berkata bahwa menurut instruksi otoritas lebih tinggi bahwa mereka sedang menyelidiki situasi sekarang ini terhadap orang-orang yang berlatih Falun Gong. Saya tiba-tiba ingat bahwa beberapa hari sebelumnya ada beberapa rekan praktisi berkata kepada saya bahwa polisi telah memanggil mereka dan bertanya apakah mereka berlatih Falun Gong, dan meminta foto dan sidik jari mereka. Saya mempunyai pemikiran ini, maka tidak membiarkan mereka berhasil. Saya mengatakan dengan kekuatan keadilan, ”Kalian dapat melihat bahwa saya masih banyak hal yang dikerjakan. Jika saya benar-benar telah melakukan kejahatan dan kalian mempunyai bukti kejahatan saya, kalian boleh berbicara dan saya akan berbicara dengan kalian. Tugas kalain adalah menjaga ketertiban masyarakat dan menghentikan kejahatan dan kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum. Kalian dapat mengetahui bagaimana hasil pekerjaan saya dari pimpinan dan guru-guru di sekolah saya. Dapatkah dianggap melanggarkan hukum hanya karena saya bekerja dengan keras? Apakah kalian tahu apa yang kalian lakukan? Saya pikir tidak ada apapun untuk berbicara dengan kalian. Kalian mengganggu pekerjaan saya.“ Ketika saya selesai berbicara, kedua polisi ini langsung pergi.
Chinese version available at http://minghui.ca/mh/articles/2005/12/26/117335.html
http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2006/1/24/69271.html
Berlangganan (subscribe) Newsletter : kirim email dengan judul Subscribe ke falundafa_indo-subscribe@yahoogroups.com
Stop Berlangganan (unsubscribe) Newsletter : kirim email dengan judul Unsubscribe ke falundafa_indo-unsubscribe@yahoogroups.com atau contact@falundafa.or.id
Untuk mengetahui informasi-informasi yang lalu kunjungi www.falundafa.or.id
masih bingung ni, who is shifu???????????