jump to navigation

Jutaan Planet Baru di Bimasakti April 5, 2007

Posted by dewaekajaya in EraBaru.
trackback

Jutaan Planet Baru di Bimasakti

Pusat sistem galaksi yang berhasil diamati dengan instrumen pengamat sinar X Chandra (Credit : NASA/Umass/D.Wang et al.)
(Erabaru.or.id) – Berdasarkan buletin yang diumumkan NASA pada 23 Februari 2006 lalu, disebutkan bahwa para ilmuwan dari balai penelitian ruang angkasa lembaga ilmu pengetahuan Rusia dan astrofisika dan Jerman menemukan jutaan planet baru di bimasakti. Temuan tersebut akan dipublikasikan dalam dua makalah di majalah astrofisika dan astronomi.
Sejak 400 tahun silam, sebuah sistem galaksi seperti cahaya putih yang ditemukan Galileo sebetulnya mengandung planet tunggal yang tak terhitung banyaknya. Sekarang, dengan memakai Rossi X-ray timing Explorer terhadap sistem galaksi para ilmuwan kembali menemukan temuan serupa di kawasan sinar- X.
Oleh para ilmuwan, asal sinar-X yang menyebar dan mirip cahaya tampak dalam sistem galaksi itu disebut latar sinar-X Bimasakti, dan selama ini merupakan sebuah misteri yang tak terpecahkan. Latar sinar-X yang ditemukan para ilmuwan ini tidak memencar seperti anggapan semula, melainkan ditentukan oleh jutaan sumber sinar-X tunggal yang semula tidak diketahui. Sumber-sumber sinar-X ini adalah planet mati yang dinamakan bintang kecil putih, lingkaran cahaya yang luar biasa di sekeliling planet tersebut.
Jika temuan ini terbukti, maka pemahaman kita terhadap sejarah sistem galaksi kita akan berdampak terhadap pembentukan planet, perbandingan letusan supernova hingga evolusi planet.
“Di malam hari, anda dapat melihat cahaya yang berpencar di angkasa dari atas pesawat,“ salah satu ilmuwan di lembaga penelitian Jerman menuturkan. “Jika disimpulkan secara sederhana cahaya yang dipancarkan dari angkasa itu tidak cukup. Hanya ketika anda menyaksikan dari dekat baru bisa melihat bahwa cahaya di angkasa kota itu terdiri dari satu persatu sumber cahaya. Cahaya dari rumah, cahaya lampu jalanan dan cahaya yang dipancarkan dari lampu mobil dll. Dari sini kita membedakan asal sinar-x tunggal dalam sistem galaksi kita. Temuan kami ini dapat membuat banyak ilmuwan terperangah.”
Foto latar infrared dipotret pada tahun 1990-an oleh Cosmic Background Explorer mission, NASA. Titik simpul berwarna putih adalah sumber sinar-X yang sangat kuat, kebanyakan berasal dari lubang hitam atau aktivitas bintang neutron. Namun, kebanyakan sinar-X dalam galaksi kita berasal dari jutaan sumber sinar-X yang relatif agak gelap dan tidak bisa diindikasikan. Pada gambar atas memanifestasikan lengkungan yang menyebar di segenap galaksi, garis putih yang sangat halus. Ini semua seperti bintang cebol putih yang belum pernah ditemukan dan memiliki cahaya yang dinamis.
Sinar–X adalah bentuk energi tinggi, lebih besar dibanding energi cahaya yang tampak, tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Latar sinar-X lebih luas dibanding latar cahaya tampak yang kita sebut sistem galaksi, karena itu ilmuwan semula menganggap latar sinar-x itu memencar, bukannya berasal dari sumber cahaya berbentuk titik. Di masa lalu secara umum ilmuwan menganggap bahwa sebagian besar latar sinar-x berasal dari benda panas antar planet.
Temuan baru ini didapat dari data pengamat selama 10 tahun ini berdasarkan Rossi X-ray Timing Explorer, data pengamat terdiri dari gambar sinar-X yang paling lengkap dalam sistem galaksi. Menurut penelitian tersebut sistem galaksi dipenuhi dengan planet sinar-X, sebagian besar tidak begitu terang, karena itu, ilmuwan meremehkan jumlah mereka selama ini.
Ilmuwan sama sekali tidak berhasil mengambil gambar sumber sinar-X tunggal. Yang mereka perhatikan adalah gambar sinar-X dan sumber radiasi infrared yang diperoleh Cosmic Backgroud Explorer NASA semuanya cocok. Hal ini berarti bahwa gambar serupa infrared dan sinar-X mencerminkan penyebaran masa galaksi, karena itu, latar sinar-X mengandung sejumlah besar benda-benda terpencil yang gelap dalam galaksi.
(Sumber Dajiyuan-net)

Melintasi 11 Tahun Cahaya Dengan “Generator Lorong Waktu”

(Erabaru.or.id) – Percayakah anda? Suatu hari nanti perjalanan dari bumi ke planet Mars hanya membutuhkan waktu tiga jam, siangnya bisa kembali ke bumi untuk santap siang. Bahkan terbang menuju ke planet di luar dengan jarak 11 tahun cahaya juga bisa ditempuh hanya dalam waktu 80 hari. Kedengarannya sangat mustahil, jika demikian, bukankah ini lebih cepat dibanding cahaya?
Benar, sebuah makalah riset pada 2005 mengemukakan bahwa selama manusia dapat meneliti dan menciptakan “generator penembus lorong waktu”, maka akan dapat merealisasikan impian ini. Lagipula terbetik kabar bahwa militer Amerika sudah menaruh minat yang besar terhadap alat pendorong terbang yang belum pernah terjadi dalam sejarah astronomi ini.
Seperti diungkapkan majalah New Scientist edisi Januari 2006 lalu bahwa dasar teori “generator penembus lorong waktu” adalah “multi dimensi”. Sebuah teori struktural alam semesta yang penuh perdebatan dan yang pertama kali dikemukakan oleh almarhum fisikawan Jerman bernama Burkhard Heim pada 1950-an menyebutkan bahwa jika “generator penembus lorong waktu” menghasilkan sebuah medan magnet atau medan gravitasi yang cukup kuat, maka benda yang berada di ruangnya seperti pesawat antariksa akan “masuk” ke sebuah “multi dimensi” lain yang sepenuhnya berbeda.
Setelah Heim meninggal dunia pada 2001, dua ilmuwan Jerman lainnya yakni Prof. Hoche dan Prof. Hazhe, meneruskan penelitian mereka, dan mempublikasikan tesisnya untuk membuktikan bahwa “generator penembus lorong waktu” bisa direalisasikan, bahkan telah dirancang percobaan dan mengadakan uji teori. Pada 2005 lalu, tesis itu mendapat “penghargaan sebagai tesis terbaik” dari Badan Antariksa Nasional AS, sehingga segera menimbulkan perhatian serius dari Pemerintah AS, NASA dan angkatan udara Amerika, dan mulai mengadakan riset terhadapnya.
Prof. Hazhe adalah fisikawan dari Research University di Jerman, seorang mantan otoritas aeromekanika badan antariksa Eropa. Dia mengatakan, bahwa “generator penembus lorong waktu” dapat digunakan untuk mengadakan perjalanan antarplanet antara galaksi yang tidak sama. Menurut konsepnya, “generator penembus lorong waktu” dapat mempercepat perjalanan manusia ke angkasa secara signifikan. Dari bumi ke planet Mars hanya butuh waktu 3 jam, dari bumi ke planet lain yang berjarak 11 tahun cahaya hanya butuh 80 hari.
Bersamaan itu, para ilmuwan dari badan energi Amerika berencana menggunakan sebuah tiruan alat yang bernama “Mesin Z” untuk menghasilkan sebuah medan magnet raksasa, sekaligus dengan alat ini menjalankan “generator penembus lorong waktu” imajiner. Begitu dasar teori itu dapat dipertahankan, maka percobaan ini akan segera dimulai. Prof. Hazhe menuturkan, “Ini hanya langkah pertama. Jika semua pekerjaan teknis berjalan normal, maka kondisi yang paling ideal adalah kita bisa menciptakan contoh pesawat dalam waktu lima tahun, sekaligus melakukan percobaan terkait”.
Menurut keterangan para ilmuwan, dalam “multi dimensi” kecepatan cahaya akan berlipat ganda cepatnya dibanding kecepatan saat ini, sehingga, pesawat angkasa juga akan terbang dengan “kecepatan yang sukar dipercaya”. Saat penerbangan berakhir, dan setelah mematikan semua medan magnet dari “generator penembus lorong waktu”, maka pesawat angkasa akan terbang kembali ke tiga dimensi yang dihuni kita saat ini.
Namun, Prof. Hazhe juga memperingatkan, bahwa percobaan “generator penembus lorong waktu” saat ini masih berada dalam teori yang penuh perdebatan. Teori tersebut merupakan tantangan besar terhadap hukum fisika saat ini, dan hingga saat ini masih banyak ilmuwan yang mempertahankan pendapat yang berbeda atas hal ini.
(Sumber Dajiyuan-net)

Comments»

1. Hendry - April 29, 2008

Indonesia
kadang aku punya impian yang tak diimpikan banyak orang, aku hobi baca majalah2 yg berhubungan dg antariksa
aku ingin pergi ke planet mirip bumi yg bisa di tinggali, aku rasa bumi lama kelamaan tak layak huni!,
semoga lorong waktu itu benar benar terealisasi!

2. hatake tika - May 22, 2008

aku pengen pergi ke luar angkasa,aku fikir kalo bumi kayaknya udah mau punah,aku jadi ngri kalo ngebayanginnya,,,
aku pengin banget jadi astronot,tapi aku takut……

3. JuPi_vEP_iMoEt - July 7, 2008

emmmm….
Subhanalloh dech…. tak terbayangkan betapa luas dunia di luar bumi qta,andai….suatu saat nanti indonesia bisa mengirim para ahli astrologinya keluar angkasa……,biar ilmunya nggak bablas seperti dukun – dukun “ahli astrologi” yg kerjanya ngeramal nasib org lain tapi nasibnya sendiri tw nggak?……..wah udah ikut campur urusan ALLOH tuh……!!!

4. ddeu - July 25, 2008

ehm ,
kyk ny klu bumi lenyap ,
pasti seluruh dunia jg akan lenyap karene karena gaya grafitasi ny berantakan .
dan semua bintang dan planet akan tabrak menabrak .

5. ddeu - July 25, 2008

huuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

6. marcell - February 18, 2009

boong tuh ddeu,dia tuh cuma iseng!!!!!

7. marcell - February 18, 2009

q pikir planet yg baru itu akan menabrakan dirinya pada bumi di HARI AKHIR NANTI…………..!