jump to navigation

Oleh: praktisi dari Laishui, Provinsi Hebei April 8, 2007

Posted by dewaekajaya in Pengalaman Praktisi.
1 comment so far

Siapa yang Merampas Kebahagiaannya?

Oleh: praktisi dari Laishui, Provinsi Hebei

(Falundafa.or. id) Orang-orang selalu menghormati Lian Min (wanita) yang berasal dari Desa Dongguan, Kota Laishui, Kabupaten Laishui, Provinsi Hebei. Namun sekarang, kondisi pikirannya tidak jernih dan melantur. Dia mengumam sesuatu dan tidak seorang pun yang mengerti, juga tidak bisa menjaga kebersihan diri sendiri. Matanya terlihat tidak ada kehidupan. Apa yang menyebabkan wanita baik ini menjadi tidak stabil mentalnya? Siapa yang merampas kebahagiaannya?

Lian Min mulai berlatih Falun Gong setelah peristiwa permohonan damai praktisi Falun Gong pada 25 April 1999. Setelah membaca Zhuan Falun, dia sangat senang dan berkata pada dirinya sendiri, “Adalah sangat beruntung bila saya dapat memperoleh Fa ini.” Kesehatan jiwa dan raganya menjadi bagus telah berlatih Falun Gong. Air muka praktisi ini yang damai dan tenang seringkali mempengaruhi keluarganya, sehingga mereka selalu gembira. Karena itu, suami dan anaknya mendukungnya sepenuh hati, seringkali menemaninya pergi ke tempat latihan untuk belajar Fa dan latihan.

Setelah 20 Juli 1999, rejim Jiang mulai menindas Falun Gong. Lian Min baru beberapa kali membaca Zhuan Falun, namun demikian, dia mengetahui kebenaran Dafa dan ingin mengklarifikasi fakta kepada orang-orang. Dia ingin memberi tahu orang tentang pengalamannya dimana jiwa dan raganya berubah baik setelah mulai berlatih Falun Gong. PKC ini tidak membolehkannya berlatih. Malahan merampas kehidupan bahagianya dan menyiksanya sampai menjadi gila.

Lian ditangkap karena dia pergi ke Beijing untuk memohon bagi Dafa. Pada 4 Oktober 1999, dia dipindahkan dari pusat penahanan ke pusat pencucian otak Kabupaten Laishui. Dipimipin oleh Komite PKC kabupaten, Han Yasheng, wakil ketua Sun Guijie, ketua komite politik dan hukum Zhang Haili, kepala departemen kepolisian Li Zenglin, dan lain-lain, sekelompok penjahat melakukan penganiayaan terhadap para praktisi Falun Gong.

Para praktisi di pusat pencucian otak diborgol dan dipukul dengan kejam. Mereka dipaksa berlutut dengan muka berhadapan muka sambil menampar muka orang lain sampai 800 kali. Ayah terhadap anak laki-laki, ibu terhadap anak perempuan, dan anggota keluarga lain terhadap anggota keluarga dipaksa untuk saling menampar muka. Bila mereka menolak, para penjaga akan membawa mereka keluar dan dipukul dengan kejam sampai praktisi tidak dapat menahannya dan mulai saling menampar muka mereka.

Wakil ketua komite PKC Sun Guijie bahan sendiri memukul praktisi Wu. Dia memasukkan jarinya ke dalam mulut Wu dan kemudian menarik kedua sisi mulut Wu sampai sudutnya mengeluarkan darah. Namun demikian, Sun masih tidak puas. Dia masih memaki dan menampar muka Wu secara bersamaan. Kepala Departemen Kepolisian Kabupaten Laishui Tan Shuping memborgor praktisi Liu Guiying (wanita) pada batang pohon besar dan mengatakan, “Kamu ingin memeluk roda? Sekarang kamu dapat memeluknya dalam waktu lama!” Tan memerintahkan beberapa polisi menelanjangi dan kemudian memukulnya. Mereka juga memborgol praktisi Song Tingjun dan terus menahan Song di lantai, mereka memukulnya sambil menginjak muka Song. Wajah Song terluka dan mengeluarkan darah.

Para praktisi dipaksa mengangkat kaki mereka dengan kedua tangan di lantai. Kemudian para penjaga mendorong mereka dengan pelan-pelan sampai mencapai puncak bukit kotoran hewan. Praktisi Zhang Xiuxian (wanita) dipukul dengan kejam sehingga kepalanya membengkak dua kali dari ukuran kepalanya. Wajahnya berwarna biru dan ungu karena pukulan, dan matanya juga bengkak. HAM praktisi telah dirampas. Mereka juga tidak diperbolehkan berjalan berkeliling atau menggunakan kamar kecil dan harus melapor lebih dulu. Setiap hari mereka dipaksa berlari dalam waktu yang sangat lama.

Lian Min disiksa dengan sangat kejam. Bahkan suaminya yang bukan praktisi juga ditangkap dan ditahan di lantai tiga gedung pemerintahan Kota Laishui. Mereka melakukan ini untuk mencegah Lian Min pergi ke Beijing untuk memohon. Kedua anak mereka ditinggalkan di rumah sendirian. Suaminya ditahan selama sebulan lebih. Setelah itu, dengan jaminan sanak keluarga mereka, dia membayar 1.000 yuan dan dengan demikian baru dilepaskan. Ketika pulang ke rumah, dia melihat kedua anaknya berusaha memberi imunisasi kepada anak ayam di perternakan mereka. Karena dia ditahan selama sebulan lebih, lebih dari 1.000 anak ayam yang baru mereka beli belum diberi imunisasi. Semua anak ayam mati dan tinggal sangat sedikit induk ayam yang masih hidup. Perternakan ayam mereka mengalami kerugian besar dan bisnis mereka bangkrut. Mereka kehilangan sumber pendapatan mereka.

Pada 7 April 2000, pemimpin PKC Kabupaten Laishui mulai melakukan penganiyaan yang kedua. Lian Min disiksa oleh agen Tim Satu dari Departemen Kepolisian Kabupaten. Mereka meletakkan tangkai sekop di kakinya. Kemudian beberapa dari mereka menginjak tangkai tersebut untuk menyiksannya.

Lian disiksa dengan sangat kejam sehingga dia hanya bisa berteriak, suaranya yang sangat memilukan terdengar pada malam hari yang sunyi. Itu membuat hati seseorang trenyuh mendengar teriakannya. Sun Guijie juga menggunakan sepatu untuk menampar muka Lian Min. Wajahnya masih terdapat bekas tapak sepatu dengan jelas. Disamping itu, personil dari PKC jahat memaksanya dan praktisi lain untuk meneriakkan slogan dan memaki Guru. Bila menolak, mereka akan dipaksa berlutut selama setengah hari. Para praktisi dilarang tidur pada malam hari; malahan mereka harus menyanyikan lagu-lagu PKC.

Li Zenglin memerintahkan para penjaga untuk memukul praktisi dengan brutal. Para penjaga menggunakan tangkai sekop, kaki bangku, dan cemeti yang terbuat dari tali untuk memukul praktisi. Mereka menggunakan dengan begitu kuat sehingga tangkai sekop dan kaki bangku patah, dan cemeti pun terlepas. Seluruh tubuh praktisi terdapat luka setelah dipukuli dengan kejam. Praktisi Yan Zongqin (wanita) berusia 60-an, ditelanjangi dan dipukuli. Setelah itu, dia dilempar ke gang. Seluruh tubuh dari beberapa praktisi bengkak setelah diikat dengan tali dalam jangka waktu yang lama, tetapi mereka masih dipaksa berlutut di atas batu-batu tajam di bawah pohon. Sun Guijie memukul setiap praktisi dengan perasaan balas dendam. Polisi memaksa seorang praktisi wanita untuk berlutut di lantai, mengangkat sebuah batu besar di atas kepalanya. Bila menurunkan batu itu dia akan dipukul.

Kali ini, Lian Min dilepaskan setelah memerasnya 2000 yuan. Meskipun begitu, anggota keluarganya masih sering diganggu dan diancam.

Pada Oktober 2000, melihat praktisi masih terus ditindas, Lian keluar lagi untuk mengklarifikasi fakta. Dia menulis sepucuk surat kepada kepala komite PKC Kota Laishui. Dengan tulus dia menulis fakta kebenaran tentang Falun Gong dan pengalaman pribadinya.

Namun demikian, Liu Zhengfu dan Hu Yuxiang tidak menyesal atas apa yang telah mereka lakukan. Sebaliknya mereka mengirim seseorang untuk menangkapnya dari rumah kakaknya. Mereka menahannya di sebuah penjara rahasia yang dibangun oleh Kota Laishui selama sepuluh bulan lebih. Fasilitas ini dibangun di dalam halaman gedung yang dikeliling tembok Kota Laishui dan secara resmi sebagai dapur. Tempatnya sangat gelap, temboknya sangat licin dan berdebu. Lantai yang lembab dipenuhi oleh debu batu bara. Selapis rumput kering yang menyebar di atas debu batu bara sebagai tempat tidur para praktisi. Jendela-jendela diberi terali besi, dan semua pintu dan jendela ditutup dengan rapat. Di luar orang tidak tahu bahwa ada sebuah penjara di tengah-tengah halaman belakang kotapraja. Praktisi tidak diberi makan atau air. Bila anggota keluarga mengirim makanan, maka mereka baru bisa makan, tetapi bila anggota keluarga tidak mengirim makanan maka mereka tidak makan apa pun. Mereka diawasi selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Para praktisi ditahan seperti ini selama lebih dari sepuluh bulan.

Di dalam penjara ini, para praktisi dipaksa membaca informasi yang memfitnah Falun Gong. Xia Hongmin dan Lian Min menolak untuk membaca dan Liu Zhenfu menjadi marah sekali. Dia melempar praktisi ke lantai dan memukuli dengan pentungan tebal. Dua praktisi dipukuli sampai mendekati ajal. Bahkan pentungan tebal ini pun patah. Namun begitu, Liu masih tidak mau melepaskan. Kemudian ada praktisi lain berusaha menghentikan penyiksaan itu tetapi malah dipukul dengan kejam. Lebih dari 12 orang jahat mendorong praktisi jatuh ke lantai dan memukuli mereka. Diantara mereka adalah kepala Komite PKC Kota Laishui Jia Yongbao, yang terkenal dengan penindasannya terhadap praktisi Falun Gong yang berakting sebagai mantan kepala Komite PKC Kota Zhao Gezhuang. Yang lain terlibat didalam penganiayaan ini adalah Han Jingjiu, pemimpin Departemen Angkatan Bersenjata; Han Dianqing, wakil ketua Departemen Angkatan Bersenjata; Li Dawei, mantan wakil ketua Komite PKC, sekarang sebagai kepala Komite PKC Kota Jiulong; dan beberapa pegawai pemerintah Kota Laishui lainnya.

Zhang Xiuxian (wanita), lebih dari 50 tahun, dipindahkan ke departemen kepolisian untuk disiksa lebih lanjut. Semua anak-anaknya adalah tentara. Dia terlahir dengan masalah pada jantungnya tetapi menjadi cukup kuat setelah berlatih Falun Gong. Dia telah dianiaya dan ditahan sejak 20 Juli 1999. Pernah sekali, pejabat pemerintah Kota Laishui mengutus lebih dari 30 orang untuk menangkapnya. Dia tertangkap dan ditahan di dalam halaman belakang kota. Alasan mereka adalah mencegahnya pergi ke Beijing. Zhang Xiuxian disiksa sampai mati pada bulan Mei 2002. Kematiannya membuat pukulan yang besar bagi ayahnya. Tidak lama kemudian ayahnya juga meninggal.

Penanggung jawab utama atas kematian Zhang Xiuxian adalah: kepala Komite PKC Kabupaten Sun Guijie, pemimpin Kota Laishui Liu Zhenfu, Hu Yuxiang dan Jia Yongbao.

Pada tahun 2000, wakil ketua Komite PKC Kabupaten Laishui Liu Xinjian menggunakan tongkat besi untuk memukul Lian Min sampai tidak bergerak. Punggung Lian Min penuh dengan bekas luka. Dia harus menundukkan kepalanya cukup lama sebelum bisa memutar kepalanya.

Tahun 2003, Lian Min sekali lagi dipenjara di Pusat Penahanan Laishui dimana dia mengalami penyiksaan yang barbar. Menurut beberapa sakti mata yang ditahan bersamanya, dia disiksa dengan kejam di halaman belakang pusat penahanan setiap hari. Para penjaga terlihat mirip setan yang kejam. Mereka sama sekali tidak peduli, tetap memukulinya. Seseorang hanya dapat mendengar teriakannya yang memilukan dari luar tembok. Pemukulan yang biadab ini mempengaruhi pikirannya dan dia menjadi gila.

Siapa yang telah merampas kebahagiaan Lian Min? Siapa yang merampas kebahagiaan keluarganya? Siapa yang merubahnya? Adalah para pejabat PKC yang jahat.

Ditulis pada 13 Maret 2007.
Chinese: http://www.minghui. org/mh/articles/ 2007/3/14/ 150775.html
English: http://www.clearwis dom.net/emh/ articles/ 2007/3/27/ 83961.html

Seorang Praktisi Muda Dari Daratan China Membuktikan Kebenaran Fa April 8, 2007

Posted by dewaekajaya in Pengalaman Praktisi.
add a comment

Seorang Praktisi Muda Dari Daratan China Membuktikan Kebenaran Fa

(Falundafa.or. id) Saya adalah praktisi muda Dafa, berusia 14 tahun. Ketika saya kira-kira berusia sekitar tiga tahun, ayah saya mulai berlatih Falun Dafa. Ayah selalu membacakan buku-buku Dafa kepada saya, maka saya mengetahui bahwa Dafa adalah baik. Saya sebenarnya praktisi lama, walaupun baru mulai latihan tiga tahun yang lalu.

Sejak 20 Juli 1999, Partai Komunis China (PKC) yang jahat menganiaya praktisi Dafa. Ibu dan ayah keduanya dianiaya. Dua kali orang tua saya secara ilegal ditangkap dan saya ditinggalkan di rumah sendirian. Anak-Anak lain tidak ingin bertemu atau bermain dengan saya. Bahkan kakek dan nenek saya sendiri mengatakan hal-hal yang tidak baik kepada saya.

Semua ini membuat saya merasa sangat sedih. Tetapi saya mengetahui dengan jelas sekali bahwa Guru kami benar dan Dafa adalah benar, dan orang tua saya yang Xiulian Dafa adalah orang yang baik. PKC-lah yang jahat, menganiaya orang-orang baik. Banyak praktisi Dafa di sekitar saya secara ilegal telah dipenjara dan dihukum di kamp-kamp kerja paksa. Anak-anak mereka, seperti juga saya, ditinggalkan sendirian dan tanpa asuhan.

Ketika sekolah saya sedang menggalang para siswa untuk bergabung dengan Liga Pemuda Komunis, saya menolak untuk bergabung dan menasehati yang lainnya untuk tidak bergabung dengan organisasi jahat ini. Pada tahun 2004, saya menggunakan nama samaran untuk keluar dari Pionir Cilik. Belakangan ayah saya membantu saya untuk keluar dari Pionir Cilik dengan menggunakan nama asli saya.

Belum lama ini, ketika guru sejarah saya berbicara tentang agama, ia mulai memfitnah Falun Dafa. Saya berdiri dan berkata kepada guru saya, “Guru, bagaimana anda bisa berbicara sedemikian? Falun Dafa menegakkan ‘Sejati-Baik- Sabar,’ tidak seperti apa yang anda katakan.” Kemudian, setelah selesai sekolah, guru saya berkata kepada saya, “Saya benar-benar tidak bermaksud berbicara demikian; saya tahu bahwa orang tuamu berlatih Falun Gong.”

Ayah saya juga seorang guru di sekolah itu. Setelah kembali ke rumah, saya minta ayah untuk lebih lanjut menjelaskan fakta sebenarnya kepada guru sejarah saya. Sebagai hasilnya, guru sejarah saya sekarang telah mengetahui kebenaran tentang Falun Gong. Setelah kejadian itu dia juga memberi perhatian ekstra kepada mata pelajaran saya. Tahun ini nilai ujian akhir saya adalah nomer dua di kelas.

Saya juga bekerja dengan ayah pada akhir pekan, libur musim semi dan musim panas untuk membuat dan menyebarkan materi klarifikasi fakta dan buku “9 Komentar Mengenai Partai Komunis.” Ibu saya masih ditahan di kamp kerja paksa. Jika ibu saya dilepaskan dan kembali ke rumah, kami akan bekerja sama untuk menyelamatkan mahluk hidup dan melakukan dengan baik tiga hal yang para praktisi seharusnya lakukan.

Pada penghujung tahun dan permulaan tahun baru, kami orang China suka mengunjungi satu sama lain untuk merayakan pergantian tahun. Ayah dan saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk memberi salam kepada Guru, semoga Guru dapat merayakan Tahun Baru dengan bahagia! Saya juga berharap semua praktisi baik tua maupun muda di daratan China dapat merayakan Tahun Baru dengan bahagia.

Chinese http://www.minghui. org/mh/articles/ 2007/2/19/ 149314.html
English http://www.clearwis dom.net/emh/ articles/ 2007/3/26/ 83928.html

__._,_.___

Washington D.C April 8, 2007

Posted by dewaekajaya in News Letter.
add a comment

Washington D.C: Rapat Umum Diadakan di Ibu Kota Amerika untuk Mendukung 20 Juta Orang Mengundurkan Diri dari Partai Komunis China

Oleh: reporter Minghui Li Jingfei

(Falundafa.or. id) Pada 24 Maret 2007, orang-orang dari New York, Philadelphia, New Jersey dan Washington D.C. mengadakan rapat umum di Capitol Hill untuk mendukung 20 juta orang mengundurkan diri dari Partai Komunis China, Lima Pemuda Komunis China dan Pionir Muda Komunis China. Lebih dari 10 orang Tionghoa dan Barat memberikan pidato, menjelaskan mengapa PKC akan runtuh dan menyemangati orang-orang untuk keluar dari partai demi keselamatan mereka sendiri.

Li Dayong (pria), juru bicara dari Pusat Pelayanan Global Pengunduran Diri dari Partai, mengatakan bahwa akar dari partai jahat telah tercabut keluar, dan dapat runtuh setiap saat.

Rapat umum

Li Dayong, juru bicara dari Pusat Pelayanan Global Pengunduran Diri dari Partai:
akar dari partai jahat telah tercabut keluar dan dapat runtuh setiap saat.

Wu, perwakilan dari Coalition to Investigate the Persecution of Falun Gong mengumumkan bukti baru PKC mengambil organ tubuh praktisi Falun Gong yang masih hidup

Membaca materi klarifikasi fakta dan mempelajari kebenaran

PKC mengambil organ praktisi Falun Gong yang masih hidup
Wu (wanita), perwakilan dari Coalition to Investigate the Persecution of Falun Gong (Koalisi Penyelidikan Penganiayaan terhadap Falun Gong), mengumumkan bukti baru PKC mengambil organ praktisi Falun Gong yang masih hidup.

Wu mengatakan: “Pada 1 Februari 2007, CIPFG (Koalisi Penyelidikan Penganiayaan terhadap Falun Gong) di Australia, Asia, Eropa dan Amerika telah didirikan. Para politikus, media dan organisasi-organisa si HAM dari beberapa negara prihatin dan mengutuk PKC mengambil organ praktisi Falun Gong yang masih hidup. Beberapa politikus dan organisasi internasional mengusulkan untuk memboikot Olimpiade Beijing 2008 apabila PKC tidak menghentikan kekejaman ini.”

CIPFG mengumumkan: “Pembunuhan dan pengambilan organ tidak akan terjadi di China bersamaan dengan pertandingan Olimpiade, yang mana menghargai hak asasi manusia.”

Pengacara memperingatkan media PKC jangan terlibat didalam penganiayaan terhadap Falun Gong

Dr. Terri Marsh, seorang pengacara HAM dan ketua Human Rights Law Foundation, memperingatkan media di China jangan terlibat didalam penganiayaan terhadap Falun Gong.

Pada 2 Januari 2006, atas nama lima praktisi Falun Gong, Dr. Marsh mengajukan tuntutan hukum terhadap China Central Television (CCTV) karena penyiksaan, genosida, dan kejahatan lainnya terhadap kemanusiaan di Pengadilan Distrik Amerika Serikat, Distrik Selatan negara bagian New York. CCTV secara efektif membuat jaringan kebohongan tentang Falun Gong yang mana mendorong dan menghasut masyarakat, polisi dan institusi keamanan lainnya di China untuk menangkap dan menahan praktisi secara tidak sah, interogasi polisi yang ilegal dan penyiksaan, kekejaman dalam bentuk pencucian otak dan teknik indoktrinasi untuk memaksa praktisi melepaskan keyakinan mereka, dalam banyak kasus, menyebabkan praktisi yang tidak mau melepaskan Falun Gong dieksekusi.. Dalam dua tahun ini, Dr. Marsh telah mengumpulkan banyak sekali bukti.

Dr. Marsh mengatakan bahwa CCTV terbukti telah melakukan beberapa kejahatan yang sama dengan beberapa penjahat perang Nazi yang telah dieksekusi. Tanpa CCTV dan propaganda lainnya di China, tak seorang pun akan mengikuti rejim Jiang Zemin, Lou Gan dan Li Lanqing untuk membasmi Falun Gong dan mengusirnya dari China.

Dia mengatakan bahwa bagi orang-orang yang berpartisipasi didalam upaya propaganda melawan Falun Gong akan menghadapi sanksi hukum yang serius – penjara seumur hidup, dipenjara selamanya bila tidak mati oleh eksekusi. Dia menyatakan bahwa seorang pembela mengatakan terdakwa hanya mengikuti perintah dari atasannya, itu tidak berlaku. Faktanya adalah siapa pun yang menuruti perintah dari pemerintahnya atau atasannya tidak akan bebas dari tanggung jawab atas kejahatannya.

Keluar dari partai menyelamatkan rakyat China yang memiliki hati nurani dan membantu mereka berpikir akan kejahatan PKC
Wei Jingsheng (pria), presiden dari Overseas Chinese Democracy Coalition, mengirim dukungannya pada rapat umum tersebut. Wei mengatakan: “Keluar dari partai benar-benar menyelamatkan rakyat China yang memiliki hati nurani dan membantu mereka berpikir tentang kejahatan PKC. Itu juga membantu rakyat China menghilangkan ketakutan mereka terhadap PKC. Itu membuat mereka menyadari bahwa PKC tidak sama dengan China.”

Zhang Tianliang (pria), seorang kolumnis Epoch Times, mengatakan bahwa kehendak langit adalah membinasakan PKC, dan setiap anggota partai berada dalam bahaya. Ia bertanya, “Bila PKC tidak memiliki begitu banyak anggota, apakah dia dapat melakukan begitu banyak hal buruk dan membunuh begitu banyak orang?” Ia mengatakan bahwa semua anggota PKC kurang lebih telah membantu PKC melakukan kejahatan, jadi apabila mereka tidak keluar dari partai, maka mereka akan bersama-sama menanggung kesalahan dari kejahatan PKC.

“Apakah anda telah keluar?” telah menjadi salam baru di China
Zhang Hailian (pria), perwakilan dari Pusat Pelayanan Pengunduran Diri dari Partai cabang Washington D.C., mengatakan: “Dalam tiga bulan terakhir ini, jumlah yang mengundurkan diri dari partai meningkat sangat cepat, dan informasi yang berhubungan dengan pengunduran diri dari partai telah disebar secara luas di China. Sejak Desember tahun lalu, terdapat satu juta orang mempublikasikan pernyataan mereka di website. Jumlah orang yang mengundurkan diri setiap hari meningkat dari 20-30 ribu menjadi 30-40 ribu orang dan jumlah keseluruhan telah mencapai 20 juta orang.”

Zhang Hailian mengatakan: “Semua sukarelawan dari pusat pelayanan mempunyai kesan yang kuat bahwa rakyat China sedang berubah – banyak dari mereka dengan mudah sekali dan yakin keluar dari partai. Seorang penduduk dari Guangzhou mengatakan bahwa orang-orang China saling bertanya satu sama lain “apakah anda sudah keluar?” ketika mereka saling bertemu pada waktu sekarang ini.”

Seorang reporter mewawancarai seorang pria Tionghoa yang berasal dari Shanghai yang melakukan bisnis di Amerika. Pria ini mendengar seluruh pidato pada rapat umum tersebut. Ia mengatakan kepada reporter bahwa ia mengetahui tentang gerakan pengunduran diri dari partai di internet ketika berada di China. Bahkan dia menerima sebuah faks yang berhubungan dengan Sembilan Komentar mengenai Partai Komunis di kantornya. Ia mengatakan bahwa banyak rakyat China mengetahuinya. Ia tidak menyangka dapat melihat rapat umum di Amerika. Ia mengambil foto rapat umum tersebut dan meminta sebuah buku Sembilan Komentar dan informasi lainnya kepada Pusat Pelayanan Pengunduran Diri dari Partai.

Seorang mahasiswa dari Universitas George Mason mengatakan bahwa dia senang menghadiri rapat umum tersebut. Dari spanduk-spanduk, dia mengetahui tentang Sembilan Komentar mengenai Partai Komunis dan gerakan pengunduran diri dari partai. Sebagai mahasiswa di jurusan hubungan internasional, ia mengatakan bahwa dia akan mempelajari masalah ini.

Chinese: http://minghui. ca/mh/articles/ 2007/3/26/ 151594.html
English: http://www.clearwis dom.net/emh/ articles/ 2007/3/29/ 84010.html

Austria: Konferensi Berbagi Pengalaman Kultivasi Falun Dafa di Wina April 8, 2007

Posted by dewaekajaya in News Letter.
add a comment

(Falundafa.or. id) Pada tanggal 18 Maret 2007, Konferensi Berbagi Pengalaman Kultivasi Falun Dafa Austria yang ke-5 telah diselenggarakan di Aula Konser Yamaha, Wina. Banyak praktisi baru dan lama menyampaikan pengalaman kultivasinya.

Seorang Doktor bidang informatika berbagi pemahamannya bagaimana memecahkan konsep pengetahuan modern, meninggalkan logika manusia biasa dan memahami secara lebih mendalam tentang prinsip-prinsip universal Falun Dafa.
Seorang praktisi dari eks negara Jerman Timur membacakan pengalamannya bagaimana dia mengatasi keterikatan hati mementingkan diri sendiri dan bekerjasama dengan baik dengan rekan praktisi di negara-negara Eropa Timur.

Seorang gadis cilik berusia sembilan tahun berbagi pengalamannya tentang belajar prinsip Falun Gong setiap harinya dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan penindasan.

Beberapa praktisi baru berbagi pengalamannya bagaimana mereka mulai berlatih Falun Gong, juga pengalamannya dalam mengikuti tur mobil keliling Austria untuk meninformasikan penganiayaan Falun Gong kepada publik.

Beberapa orang praktisi juga menceritakan pengalamannya berpartisipasi pada Pameran Seni Internasional “Sejati Baik Sabar,” mempromosikan tiket pertunjukan Gala Tahun Baru NTDTV, juga tentang kultivasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Konferensi ini berjalan dengan sukses, diakhiri dengan lagu yang digubah dan dibawakan oleh dua praktisi.

English: http://www.clearhar mony.net/ articles/ 200703/38577. html

Perubahan Seorang Anak Ketika Berkultivasi Dafa April 8, 2007

Posted by dewaekajaya in Pengalaman Praktisi.
add a comment

Perubahan Seorang Anak Ketika Berkultivasi Dafa
Oleh seorang praktisi dari Kota Chifeng, Daerah Otonomi Mongolia Dalam

(Falundafa.or. id) Anak saya mulai berkultivasi Falun Dafa ketika ia berumur lima tahun, pada bulan November 1998. Di tahun 2001, saya telah dianiaya dan dipenjara, dan anak saya belum bersekolah saat itu. Ketika saya kembali ke rumah beberapa tahun kemudian, anak saya sudah kelas empat. Selama bertahun-tahun penganiayaan, ketika menahan derita kehilangan ibunya dan diskriminasi dari guru-guru dan teman-teman sekolahnya yang tidak mengerti tentang kebenaran, anak saya telah berubah dari seorang anak yang lincah, aktif, menjadi anak yang penakut dan pendiam. Tahun-tahun penderitaan psikologis telah membeku di wajah kecilnya, yang penuh kesakitan dan kesedihan. Kedua sudut bibirnya mengendur, dan tawa polosnya telah hilang. Yang lebih buruk lagi adalah bahwa ia sudah tidak lagi belajar Fa dalam waktu yang lama dan telah meragukan tentang kultivasi.

Anak itu telah lahir melalui saya agar memperoleh Falun Dafa, dan saya memiliki tanggung jawab untuk membimbingnya melangkah di jalan yang lurus. Saya tidak bisa hanya melihat kekuatan lama sedang menghancurkan seorang pengikut muda Falun Dafa di depan batang hidung saya sendiri. Saya memberi tahu tentang kekejaman Partai Komunis jahat dan mengapa Falun Dafa dianiaya. Pada mulanya, ketika anak saya belajar Falun Dafa, meskipun ia masih muda, ia telah menghormati Guru dan Fa dari lubuk hatinya. Ketika ia mendengar propaganda sedemikan rupa di televisi dari Partai Komunis China seperti, “Di bawah kepemimpinan Partai Komunis China, seluruh Partai, angkatan bersenjata, dan semua rakyat bersatu di sekeliling Jiang Zemin telah mencapai prestasi seperti ini dan itu,” dia langsung mematikan televisi dan berkata dengan serius, “Prestasi apa? Apa yang dilakukan hanyalah menganiaya Falun Gong.” Ketika propaganda palsu Partai Komunis China menyelubungi langit, ia tidak pernah menonton propaganda palsu tersebut dan mematikan televisi dengan inisiatifnya sendiri. Saya dan anak saya menderita sakit luar biasa. Di bawah penganiayaan kekuatan lama, ia secara tanpa sadar hampir meninggalkan Fa. Namun melalui belajar Fa, anak saya berangsur-angsur memperoleh kembali ketenangannya dan mulai belajar Fa lagi.

Falun Dafa telah memberinya kehidupan sekali lagi; setelah belajar Fa, ia menjadi terbuka dan cerdas secara alami. Kebahagiaan telah kembali padanya. Teman-teman saya dan para tetangga semuanya memujinya sebagai bijaksana, berpendidikan, dan istimewa. Pada saat-saat itu, saya mengatakan kepada mereka, “Falun Dafa-lah yang membuatnya lebih bijaksana.”

Falun Dafa membuka kebijaksanaannya, dan nilai-nilai sekolahnya tiba-tiba menunjukkan lonjakan yang progresif. Para guru dan teman-teman sekolahnya semua heran terhadap peningkatannya yang dramatis. Teman-teman sekolahnya bertanya, “Apa rahasia kamu untuk menjadi begitu baik dalam belajar?” Selama periode saya dipenjara, karena tidak ada seorang pun yang mengurusnya, peringkatnya di kelas telah menjadi yang ketiga terburuk. Ia tidak dapat menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) musim dingin dan musim panas dengan baik. Setelah belajar Falun Dafa, pada ujian akhir semester kelas empat, ia memperoleh nilai 100 dalam pelajaran matematika. Nilai keseluruhannya juga meningkat dari ketiga terburuk menjadi peringkat ke-20 di antara lebih dari 500 siswa di tingkat kelas yang sama. Saat mengikuti ujian dari sekolah dasar ke sekolah menengah, ia telah melakukannya dengan baik sehingga diterima ke dalam kelas utama sekolah menengah tersebut dengan nilai-nilai yang menonjol. Sekarang, betapapun berat beban kerjanya, ia tetap belajar Fa setiap malam. Setiap kali ia belajar Fa, pertama ia akan mencuci tangannya hingga bersih, dan setelah itu barulah ia belajar Fa. Setiap kali ia membaca habis “Zhuan Falun,” ia meminta saya untuk membakarkan dupa untuk Guru. Saya bertanya kepadanya, “Apa yang kamu pikirkan di dalam hatimu ketika bersujud kepada Guru?” Ia mengatakan kepada saya, “Saya berkata kepada Guru ‘Pengikut kecil-Mu telah membaca buku sekali lagi. Pengikut kecil-Mu mengharapkan kesehatan bagi Guru, dan saya tentu akan belajar dengan baik.”

Chinese : http://minghui. ca/mh/articles/ 2007/3/9/ 150424.html
English: http://www.clearwis dom.net/emh/ articles/ 2007/3/25/ 83897.html

__._,_.___

Penganiayaan di Kamp Kerja Paksa Kaiping, Kota Tangshan, Provinsi Hebei April 8, 2007

Posted by dewaekajaya in Pengalaman Praktisi.
add a comment

Penganiayaan di Kamp Kerja Paksa Kaiping, Kota Tangshan, Provinsi Hebei

(Falundafa.or. id) Saya adalah seorang praktisi Falun Gong dari Kabupaten Yanshan, Provinsi Hebei. Pada tanggal 25 Mei 2004, saya ditangkap oleh polisi dan dibawa ke Kantor Polisi Kabupaten Yanshan, dimana saya diikat pada sebuah kursi besi dan diinterogasi. Saya menolak untuk menjawab pertanyaan. Akibatnya, saya dipukul oleh Zhang Xinping, wakil kepala Kelompok Keamanan Nasional Kabupaten Yanshan. Kemudian saya dipindahkan ke Pusat Penahanan Kabupaten Yanshan. Akhirnya, saya dijatuhi hukuman tiga tahun kerja paksa dan dipenjara di Kamp Kerja Paksa Wanita Kaipin di Kota Tangshan, dimana saya mengalami penganiayaan kejam.

1. Dipaksa cuci otak dan “di transformasi”
Petugas Qin Xiaoyan dan Wang Yuhua yang bertanggung jawab dalam “men-transformasi” saya. Pada awalnya, mereka pura-pura ramah kepada saya, lalu mereka mengirim banyak mantan praktisi yang telah tersesat untuk mencuci otak terhadap saya dengan doktrin palsu. Pada hari pertama, saya kehilangan waktu tidur sampai jam 2 pagi, dan saya dipaksa untuk membaca materi-materi yang memfitnah Dafa. Pada hari kedua, mereka melanjutkan untuk “men-transformasi” saya. Jika saya tidak bekerja sama dengan mereka, Qin Xiaoyan menuangkan air teh ke muka saya dan memaksa saya untuk berdiri dalam waktu lama. Para tahanan kriminal ditunjuk untuk mengawasi saya. Jika saya tertidur, para narapidana juga dihukum, jadi para tahanan kriminal membenci Falun Gong dan para praktisi. Saya sangat mengantuk sehingga saya jatuh ke lantai. Pada hari ketiga, saya tidak diperbolehkan tidur sepanjang malam dan saya hampir kehilangan kesadaran. Saat saya tidak lagi punya pikiran lurus yang seharusnya dimiliki oleh praktisi Dafa, saya merasa tidak tahan dan menyerah pada mereka.

2. Tugas kerja yang berlebihan
Kami dipaksa untuk melakukan pekerjaan kasar sejak bulan Desember 2004, dan jumlah pekerjaan terus bertambah. Kami tidak dapat menyelesaikan pekerjaan walaupun sudah ditambah jam lembur di akhir pekan. Pada Tanggal 24 Juni 2005, saya melancarkan mogok makan untuk memprotes penganiayaan ini dan menolak melakukan apapun, akibatnya saya dipaksa berdiri selama empat hari empat malam. Seorang tahanan kriminal mengawasi saya untuk memastikan saya tidak bergerak sedikitpun. Kaki dan telapak kaki saya bengkak sehingga saya tidak bisa memakai sepatu. Saat tahanan kriminal itu pergi makan siang, saya menulis sebuah pernyataan bahwa kata-kata dan tindakan saya dibawah pencucian otak secara paksa adalah batal dan tidak berlaku, dan saya akan melanjutkan latihan Falun Gong. Saya menyerahkan surat pernyataan itu kepada petugas Liu Xiujuan. Dia sangat marah sehingga merobek dan melempar surat itu ke muka saya.

3. Dikunci di sel yang kecil
Pada tanggal 8 Agustus 2005, saya menolak bekerja di akhir pekan, ataupun memakai seragam kamp kerja. Liu Xiujuan (wanita) menampar muka saya. Lalu mereka mengunci saya di sebuah sel yang kecil. Kepala regu Yan Hongli, memukul muka dan menertawakan saya. Dia ingin menghukum saya berdiri, tapi saya tidak mematuhinya, jadi dia meminta Liu Xiujuan dan Li Xiaofeng mengambil tali, dan mencoba mengikat saya ke pipa air panas. Saya berteriak keras, “Yan Hongli, kamu akan menerima pembalasan karma karena melakukan banyak kejahatan terhadap praktisi Falun Gong. Falun Dafa Hao (baik)!” Akhirnya, mereka menyumpal mulut saya dan mengikat saya ke sebuah kursi. Pada malam hari, yang bertugas adalah Wang Yan dan Gao Hui. Wang Yan mengendurkan tali dan meminta saya makan malam. Setelah makan malam, dia bertanya, apakah saya akan melakukan pekerjaan, memakai seragam, dan apakah saya menunjukkan rasa hormat kepada kepala regu. Saya menjawab bahwa saya tidak akan melakukan pekerjaan ataupun memakai seragam. Semenit kemudian, empat kriminal mengelilingi saya dan mengikat saya lagi. Saya tidak diperbolehkan menggunakan kamar kecil selama dua hari. Pada hari ketiga, atas permintaan saya, saya diperbolehkan menggunakan kamar kecil, tetapi saya diikat lagi setelah kembali.

4. Dicekoki makan
Enam hari setelah saya melancarkan aksi mogok makan, saya dipaksa minum air yang mengandung banyak garam. Tiap kali mereka melakukannya, saya memuntahkannya keluar. Air itu sangat asin dan menyakitkan. Pada hari ke sembilan, saya dipaksa minum dua kali dan memuntahkan semuanya. Setelah saya muntah pertama kali, Yan Hongli berkata “Tidak masalah jika kamu muntah lagi, kamp masih banyak garam untukmu!” dan dia memerintahkan seorang tahanan kriminal untuk menyumpal mulut saya dengan tangannya. Tetapi setelah pemaksaan minum berikutnya, air asin tetap keluar diantara jari-jarinya. Mereka ketakutan dan menjauh, dan tidak melakukan lagi sewaktu bibir saya menghitam dan muka saya menjadi pucat.

5. Digigit Nyamuk
Selama sembilan hari di dalam sel kecil, petugas sengaja membuka jendela untuk membiarkan nyamuk masuk. Tiap malam, tangan, kaki dan wajah saya penuh dengan nyamuk. Banyak gigitan nyamuk di sekujur tubuh saya.

6. Dipaksa duduk di bangku kecil dalam waktu yang lama dengan dibatasi tidur dan penggunaan kamar kecil
Dua hari setelah pemaksaan makan berakhir, kondisi saya sangat lemah dan bahkan susah bernapas. Namun, mereka tetap memaksa saya duduk di bangku kecil dan hanya dapat menggunakan kamar kecil pada waktu yang ditentukan. Saya memprotes bentuk penganiayaan ini dengan melancarkan mogok makan lagi. Saya dimasukan di sel kecil lagi sampai tanggal 2 November. Pada tanggal 5 Januari 2006, saya dimasukan lagi di sel kecil sampai tanggal 27 Januari 2006, karena menolak menjawab absen.

7. Ketika kamp kerja paksa diperiksa oleh organisasi internasional, para praktisi Falun Gong disembunyikan.
Saat ada suatu inspeksi oleh organisasi internasional, pihak berwenang kamp kerja paksa akan mengunci para praktisi Falun Gong yang teguh di dalam sel yang kecil jadi tidak ada kemungkinan untuk terlihat. Saya sendiri, pertama kali, disembunyikan di dalam sebuah ruangan, dan kedua kalinya, ditahan di sebuah sel kecil.

Yang paling ditakuti oleh para pelaku kejahatan adalah dibongkarnya kejahatan mereka, jadi mereka mencoba segala cara untuk menipu komunitas internasional. Kami disini mendesak semua korban kejahatan rejim PKC untuk menyuarakan dan menyingkap kejahatan PKC untuk mengakhiri penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong sesegera mungkin.

Chinese: http://minghui. ca/mh/articles/ 2007/3/3/ 149991.html
English: http://www.clearwis dom.net/emh/ articles/ 2007/3/25/ 83889.html

Bel Alarm Berdering April 7, 2007

Posted by dewaekajaya in Pengalaman Praktisi.
add a comment

Bel Alarm Berdering

(Falundafa.or. id) Seorang praktisi lama menceritakan kisah ini:

Dia membeli sebuah jam tua di tahun 1985. Karena khawatir jam tersebut dapat mengganggu tidurnya, dia tidak pernah menyetel jam tersebut sehingga jam tersebut tidak akan berdentang setiap jamnya. Selama 20 tahun, jam tersebut bekerja dengan baik dan tidak pernah rusak, namun mekanik loncengnya sudah mulai berkarat.

Pada bulan November 2006, jam tersebut tiba-tiba mulai berdentang setiap jam. Hal ini berlanjut terus selama 8 hari, berhenti selama 2 hari dan kemudian berdentang lagi.

Guru pernah berkata bahwa tidak ada apa pun yang terjadi pada seorang praktisi karena kebetulan. Ketika mekanik alarm dari jam tersebut mulai berdentang lagi tanpa pernah disetel sebelumnya, kejadian tidak biasa ini membuat kita berpikir. Praktisi lama ini berkata, “Ini adalah bel alarm buat saya.” Dia menyadari bahwa dia tidak pernah memberikan perhatian yang sungguh-sungguh pada Xinxing-nya (kualitas moral). Dia bertengkar dengan istrinya atas hal-hal yang sepele. Dia tahu bahwa itu tidak benar, tetapi dia tidak dapat menahan dirinya dan dia pun menyesal setelahnya. Dia juga menyadari bahwa dia mempunyai keterikatan hati yang kuat atas perasaan takut. Dia tidak melakukan dengan baik penyebaran materi klarifikasi fakta dan mengajak orang-orang untuk keluar dari keanggotaan PKC. Dia tahu bahwa Guru telah memberikan isyarat kepadanya, sebuah “panggilan untuk bangun.”

Beberapa praktisi memahami bahwa ini adalah sebuah bel alarm yang Guru bunyikan bagi seluruh praktisi Dafa. Alarm tersebut diperuntukkan bagi mereka, para praktisi yang tidak gigih maju, yang masih memiliki celah kekosongan, dan sekaligus memberi peringatan kepada kita semua bahwa periode Pelurusan Fa sudah mulai mendekati akhir.

Saya ingat beberapa kejadian aneh di wilayah kami. Seorang praktisi sedang mempersiapkan sarapan, ketika tiba-tiba pocinya mulai bocor melalui sebuah lubang yang besar. Dia akhirnya menyelesaikan sarapannya. Dia bingung tentang poci tersebut yang tadinya tidak apa-apa, tetapi kemudian secara tiba-tiba mulai bocor. Baru-baru ini kerannya pun juga bocor dan sebuah cangkir pun bocor membuat genangan air di atas meja. Apakah Guru sedang berusaha mengatakan sesuatu kepadanya? Dia pun menenangkan diri dan mulai mencari ke dalam. Dia menyimpulkan penyebabnya: Dia hanya menggunakan waktu 2 jam pada malam hari untuk belajar Fa, hampir tidak pernah menyelesaikan 5 perangkat Gong setiap harinya, pikirannya selalu menerawang ketika sedang memancarkan pikiran lurus, dia tidak melangkah keluar untuk mengklarifikasi fakta. Bagaimana dia dapat disebut sebagai pengikut pada masa Pelurusan Fa ini? Dia mempunyai terlalu banyak kebocoran dan benar-benar perlu untuk bergegas bangun! Beberapa hari kemudian, dia menggunakan poci yang berlubang itu untuk membuat sesuatu dan tenyata sudah tidak bocor lagi; semuanya kembali baik.

Seorang praktisi lainnya berkata bahwa seorang rekan praktisi mendatanginya. Dia menuangkan air ke dalam poci dan bocor membasahi seluruh meja. Dia berpikir mungkin cucunya telah memecahkan poci. Beberapa hari kemudian, seorang praktisi lainnya datang mengunjunginya dan menggunakan poci yang sama. Setelah minum teh bersama, dia tiba-tiba menyadari bahwa poci tersebut bocor kemarin, tetapi hari ini tidak bocor. Dia dengan teliti memeriksa poci tersebut, dan tidak menemukan ada yang salah pada poci tersebut. Dia akhirnya menyadari bahwa Guru sedang memberikan isyarat kepadanya: Ada kebocoran pada kultivasinya.

Ketika sedang berbagi pengalaman, banyak praktisi menceritakan kejadian-kejadian ini yang membuat kita benar-benar berpikir. Kita harus benar-benar mencari ke dalam. Guru berkata, “Semakin Menjelang Akhir Semakin Gigih Maju” dan “Harap anda sekalian berbuat semakin baik di saat yang terakhir, jangan sekali-kali bermalasan, jangan sekali-kali mengendurkan diri, jangan sekali-kali bersikap apatis.” (Ceramah Fa Los Angeles, 2006).

Rekan-rekan praktisi, bangunlah!
Chinese: http://minghui. ca/mh/articles/ 2007/3/7/ 150315.html
English: http://www.clearwis dom.net/emh/ articles/ 2007/3/25/ 83894.html

“Kami Akan Mengambil Organ Tubuh Siapa Pun Yang Tidak Patuh” April 7, 2007

Posted by dewaekajaya in EraBaru.
add a comment

Polisi Dari Pos Polisi Longmen Di Kota Longjing, Daerah Yanbian, Provinsi Jilin Menyiksa Seorang Praktisi Tua dan Mengancam, “Kami Akan Mengambil Organ Tubuh Siapa Pun Yang Tidak Patuh”

(Falundafa.or. id) Pada tanggal 11 Januari 2007, praktisi Falun Dafa Piao Guangxun, Li Hongyuan, dan Shen Xueshan dari Sungai Chaoyang di daerah Yanbian, Provinsi Jilin telah ditangkap saat tengah mengklarifikasi fakta di sebuah perkampungan. Mereka secara kejam diinterogasi di Pos Polisi Longmen. Praktisi Falun Dafa Piao Guangxun tidak bisa bergerak lagi akibat dipukuli sepanjang malam. Pada tanggal 12 Januari, seorang praktisi perempuan lanjut usia keturunan Korea juga ditangkap di sebuah bangunan yang berdekatan. Polisi menendanginya dan menyiksa nyonya tua tersebut sampai pingsan dan hampir meninggal. Salah satu tulang rusuk dan salah satu jari kakinya telah patah.

Akan tetapi, polisi terus menjambak rambutnya dan membenturkannya ke arah dinding, yang mengakibatkan sebuah benjolan besar pada kepalanya. Ketika dia ingin pergi ke kamar mandi, polisi berteriak agar ia meminum air kencingnya sendiri jika dia buang air kecil dan memakan kotorannya jika dia buang air besar. Polisi juga berteriak, “Kepada siapa pun yang tidak patuh, kami akan mengambil organ tubuhnya.” Mereka juga berteriak, “Kenapa kamu tidak mampus saja? Persetan. Kami akan mengatakan bahwa kamu meninggal akibat terjatuh sendiri dari tangga.”

Di antara para petugas, dua orang diantaranya secara kejam telah menendangi dan memukuli praktisi tua itu pada bagian dada, wajah dan kaki.

Praktisi tua tersebut pingsan akibat pukulan. Tulang rusuk dan satu jari kakinya patah (jari kaki di dalam lingkaran)

Luka memar mengindikasikan akibat dari kejutan tongkat listrik

Foto ini diambil beberapa hari setelah praktisi tersebut dipukuli

Tangan nyonya tua tersebut diborgol pada pipa pemanas di dalam ruang jaga. Segera, ketika ke tiga polisi jaga tertidur, praktisi tiba-tiba merasakan suatu kejutan listrik yang kuat. Dia terluka parah dan menjerit-jerit, “Dari mana arus listrik ini berasal?” Polisi jaga terbangun akibat jeritannya tersebut dan mematikan tombol induk. Jiwa praktisi tersebut telah terselamatkan, tetapi kejutan listrik yang kuat menyebabkan 39 memar pada sekujur tubuhnya.

Petugas yang telah menyebabkan loncatan arus listrik tersebut bukan dari yang ada di dalam ruang jaga, tetapi berasal dari ruangan yang lain. Kawat dari sebuah stop kontak telah terkupas di sekitar pipa pemanas tersebut, sehingga pipa pemanas tersebut dapat menghantarkan listrik. Tombolnya telah disembunyikan di bawah lantai dekat dinding barat dari ruang jaga. Sehingga, siapa pun yang diikat pada alat pemanas tersebut tiba-tiba akan terkejut. Namun, seseorang tidak akan mengetahui apa yang akan terjadi, kapan arus listrik yang kuat dialirkan, atau siapa yang bertanggung jawab. Orang yang telah dibelenggu pada pipa tersebut tidak akan bisa membebaskan dirinya dan hasilnya akan sangat mengerikan.

Kemudian, praktisi tua itu tidak bisa berjalan akibat siksaan. Air kencingnya berdarah dan dia dalam kondisi kritis. Ketika air kencingnya semakin pekat, polisi membawanya ke rumah sakit, tetapi dengan alasan akan mengirimnya ke rumah salah seorang sanak saudaranya.

Orang-orang jahat tersebut menaruhnya pada sebuah usungan dan mendorongnya ke sebuah ruangan. Nyonya tua tersebut melorot dari usungan dan berteriak, “Saya adalah seorang praktisi Falun Gong. Polisi telah memukuli saya dan mematahkan tulang rusuk saya. Saya tidak membutuhkan suatu pemeriksaan. Saya tidak membutuhkan suatu injeksi.” Kemudian, empat orang polisi mengeluarkannya dan menaruhnya di tanah di antara dua mobil polisi yang berjarak 20-30 meter dari rumah sakit. Seorang polisi berkata, “Cepat, taruh ia di bawah.”

Praktisi tersebut membuka matanya dan melihat seorang polisi memegang sebuah alat suntik berukuran menengah di tangannya. Dengan segera, ia mengetahui bahwa hidupnya dalam bahaya. Ia berkata, “Saya mengetahui bahwa polisi memberi injeksi kepada para praktisi Falun Gong untuk melumpuhkan mereka. Pada saat para praktisi dianiaya sampai mati, organ tubuh mereka diambil. Saya tidak mau disuntik dan saya tidak mau dibawa ke rumah sanak keluarga. Jika anda tidak memberikan saya alat suntik tersebut, saya tidak akan memasuki mobil itu.”

Akhirnya, dengan diperkuat oleh Guru dan dengan kebijaksanaan serta kemampuan supernormal yang diperoleh melalui kultivasi Falun Dafa, perempuan tua ini dapat meloloskan diri dari pantauan sangat banyak petugas.

Para petugas dari Kantor 610 di daerah Yanbian dan Kota besar Longjing telah melakukan tindakan penyiksaan ini. Kantor 610 Yanbian secara langsung terlibat dalam hal ini. Mereka menggunakan arus listrik untuk menganiaya dan membahayakan hidup banyak orang. Perlakuan kejam mereka terhadap orang-orang yang berada di dalam tahanan telah melanggar Undang-Undang negara China. Siapa pun yang terlibat di dalam kejahatan ini harus diselidiki dengan segera dan dituntut secara hukum. Kami juga dengan tegas menuntut agar kawat listrik segera diputuskan dari pipa pemanas tersebut.

Chinese: http://minghui. org/mh/articles/ 2007/2/23/ 149560.html
English: http://www.clearwis dom.net/emh/ articles/ 2007/3/19/ 83666.html

Austria: Keadilan Tidak Mempunyai Batasan Negara April 7, 2007

Posted by dewaekajaya in EraBaru.
add a comment

Austria: Keadilan Tidak Mempunyai Batasan Negara – Orang-Orang Dari Seluruh Dunia Menandatangani Petisi Yang Mendukung Diakhirinya Penganiayaan Falun Gong Di China

Oleh Reporter Minghui, Dexiang

(Falundafa.or. id) “Oh, praktisi Falun Gong! Saya sering melihat mereka di depan Kedutaan Besar China di Hungaria,” sepasang muda-mudi asal Hungaria berseru kepada seorang reporter. Wanita muda itu mengambil sebuah brosur, dan berkata bahwa dia juga pernah mendapat brosur yang serupa di Hongaria dan telah mengetahui tentang penganiayaan Falun Gong oleh Partai Komunis China (PKC). Mereka segera memberikan tanda tangan dan menulis nama mereka pada lembaran petisi yang mengutuk kejahatan PKC. Pasangan muda-mudi Hungaria yang lain, Hanuitos dan Attila, berkata bahwa negara mereka juga pernah diperintah oleh Partai Komunis, dan mereka paham benar bahwa Partai Komunis mampu melakukan berbagai kejahatan.

Para pelajar ingin mengetahui lebih lanjut tentang Falun Gong

Menandatangani petisi untuk mendukung Falun Gong

Membaca papan informasi

Para praktisi Falun Gong mengadakan kegiatan di Wina untuk mengungkap kejahatan PKC yang mengambil organ tubuh dari praktisi Falun Gong yang masih hidup

Pada tanggal 17 Maret 2007, para praktisi Falun Gong berkumpul bersama di depan Katedral Stephansdom di pusat kota Wina untuk mengadakan kegiatan klarifikasi. Mereka memperagakan perangkat latihan Falun Gong dan memasang spanduk dan papan informasi yang mengungkap kekejaman PKC atas pengambilan organ tubuh dari praktisi Falun Gong yang masih hidup, dan menyerukan penyelamatan bagi para praktisi Falun Gong di China.

Wina adalah Ibu Kota Austria, kota musik yang terkenal di dunia, selalu padat turis. Katedral Stephansdom adalah salah satu tempat yang harus dikunjungi setiap turis. Banyak turis tertarik pada peragaan para praktisi. Beberapa dari mereka berbincang-bincang dengan para praktisi dan meminta lebih banyak lagi informasi tentang hal tersebut. Setelah melihat spanduk, foto-foto yang dipamerkan, warga Wina dan orang-orang dari seluruh dunia, termasuk turis dari Italia, Meksiko, Hungaria, Taiwan, Australia, Brasilia, Korea dan Jerman memberikan tanda tangan dan menuliskan nama mereka pada lembaran petisi tanpa ragu-ragu, yang menyerukan agar kekejaman PKC dihentikan. Banyak turis asal China melintasi tempat kegiatan dan juga mengambil buku “9 Komentar Mengenai Partai Komunis.”

Seorang pelajar sekolah menengah berkata pada para praktisi Falun Gong bahwa dia akan menuliskan suatu karya tulis dengan topik tentang Falun Gong dan berharap para praktisi dapat membantunya memberikan informasi untuk penulisan karya tulis itu.

Pasangan Hungaria, yang sering melihat praktisi Falun Gong di depan Kedutaan Besar China di Hungaria, tanpa keraguan menandatangani petisi menentang penganiayaan

Menjelang akhir dari kegiatan, sekelompok besar anak-anak muda tiba-tiba muncul. “Benar-benar kejam, kenapa kita tidak tahu tentang hal ini?” “Saya mau menandatangangi petisi.” “Saya datang dari Brasilia, tolong berikan saya beberapa materi dan saya akan membawanya pulang.” Mereka berbicara dengan sangat antusias, tidak sabar untuk mendapatkan materi informasi. Para anak muda ini adalah para pelajar program pertukaran pelajar yang sedang menuntut ilmu di Jerman. Mereka datang dari seluruh dunia, termasuk Australia, Brasilia dan Meksiko, dan mereka berada di Austria untuk berjalan-jalan. Setelah melihat peragaan perangkat latihan Falun Gong dan spanduk-spanduk yang mengungkap kekejaman PKC atas pengambilan organ tubuh dari praktisi Falun Gong yang masih hidup, mereka mendatangi meja informasi dan dengan rasa ingin tahu yang besar hendak mempelajari lebih lanjut tentang apa yang telah terjadi di China. Mereka menandatangani dan menuliskan nama mereka untuk memprotes kekejaman PKC.

Chinese: http://minghui. ca/mh/articles/ 2007/3/19/ 151118.html
English: http://www.clearwis dom.net/emh/ articles/ 2007/3/21/ 83742.html

Zeng yin Quan “terpilih” lagi sebagai gubernur Hongkong April 6, 2007

Posted by dewaekajaya in EraBaru.
add a comment

PERISTIWA : Zeng yin Quan “terpilih” lagi sebagai gubernur Hongkong, kalangan rakyat memprotes pemilihan yang bersifat lingkaran kecil itu

(Laporan wartawan Epoch Time 27 Maret dari Hongkong)

(Erabaru.or. id) – Pemilihan pejabat eksekutif Hongkong yang ke III kemarin diadakan di tengah kecaman kalangan rakyat yang menilainya sebagai pemilihan lingkaran kecil. Seperti yang sudah diduga semula, Zeng Yin Quan yang ditunjuk atas kehendak pihak berwenang PKC, yang menjabat sebagai gubernur saat ini, telah terpilih dengan memenangkan suara mayoritas.

Untuk mendorong perkembangan demokrasi di Hongkong, ada organisasi menyelenggarakan pula pemungutan suara di kalangan rakyat pada hari yang sama, yang meliputi pemilihan calon gubernur, masalah pemilihan ganda pada tahun 2012 dan sebagainya. Selama satu hari ada 8000 orang yang memberikan suara, di antaranya termasuk calon Liang Jia Jie dan pastur agung dewan gereja Katholik Hongkong Chen Re Jun. Hasil pemungutan suara dari kalangan rakyat ini ternyata Liang Jia Jie dengan suara 60% lebih telah mengalahkan Zeng Yin Quan.

Kemarin pagi, di tengah berlangsungnya pemilihan pejabat eksekutif tertinggi, di dalam dan luar arena rapat juga ada organisasi kalangan rakyat yang berdemo, mereka memprotes cara pemilihan yang bersifat lingkaran kecil yang didominasi oleh PKC dengan hanya 800 peserta. Sekaligus menuntut diadakannya pemilihan umum.

Sekitar Jam 8:00 di pagi hari, puluhan anggota dari Front partai politik, masing-masing menumpang kendaraan pribadi dan mobil pengangkut barang yang terpampang spanduk bertulisan “Dukung pemilihan umum”, “Pemilihan munafik yang memalukan” dan sebagainya, di saat sebelum berlangsung acara pemilihan sudah tiba di depan museum Asia dimana acara tersebut diadakan. Mereka berdemo di luar arena untuk memperjuangkan pemilihan umum secara menyeluruh. Di dekat pelabuhan Jian Sha Jui, terdapat sebuah kapal yang berputar-putar di perairan Victoria sebagai protes terhadap “ pemilihan munafik”.

Para demonstran dari organisasi kalangan rakyat yang berada di dalam dan luar arena rapat menyampaikan protes kepada anggota peserta pemilihan “lingkaran kecil”, meneriakkan slogan-slogan “Kami menentang pemilihan lingkaran kecil”, “Pemilihan munafik yang memalukan!”, “Zeng Yin Quan memalukan!”.

Penggalang massa front partai politik , yang juga anggota parlemen bernama Liu Hui Qing mengatakan: “Hari ini adalah satu hari yang menyedihkan, walaupun ada pemilihan pejabat eksekutif, namun kami sebagian besar warga tidak memiliki hak pilih, saya sendiri adalah satu anggota dalam lingkaran kecil, namun saya merasa malu karenanya, maka saya tidak melakukan pemungutan suara. Saya bermaksud melakukan protes bersama massa warga yang tidak memiliki hak pilih, memprotes sebuah pemilihan yang demikian memalukan”.

Lebih lanjut Liu mengatakan: “Banyak daerah dan negara di Asia sudah mengadakan pemilihan umum, maka tidaklah sulit bagi Hongkong untuk memperjuangkan demokrasi”. Liu Hui Qing juga menghimbau pada Zeng Yin Quan, agar beliau benar-benar mengerahkan upaya, menyampaikan ke pusat pimpinan di China bahwa warga Hongkong menginginkan setiap orang memiliki satu suara, tahun 2012 nanti harus diwujudkan pemilihan yang sungguh-sungguh.

Pemilihan pejabat eksekutif ke III yang dijuluki sebagai pemilihan “lingkaran kecil” telah usai kemarin, Zeng Yin Quan yang berturut-turut menjabat sebagai gubernur sudah diperkirakan menang dengan suara mayoritas. Liang Jia Jie sebagai calon dari fraksi demokrasi walau mengalami kekalahan namun tetap dibanggakan, karena ia berjanji akan berusaha menyiapkan diri, untuk kembali bertarung pada tahun 2012. Bersamaan itu, kalangan profesional dari panitia pemilihan fraksi demokrasi mengumumkan sebuah rencana pembentukan koalisi profesional lintas fraksi, serta menyatakan dukungan terhadap rancangan reformasi sistim politik di tahun2012 yang diusulkan oleh 21 anggota parlemen dari fraksi demokrasi.